Berita

Golkar Sepakat Pembahasan Jumlah Capim KPK setelah Reshuffle KIB II

SELASA, 11 OKTOBER 2011 | 08:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Golkar sepakat pembahasan soal berapa jumlah calon pimpinan KPK yang akan mengikuti fit and proper test dibahas dan dipastikan setelah Presiden SBY mengumumkan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. Hal ini terkait dengan posisi Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

"Betul. Kemarin sudah disampaikan, kalau nanti ada reshuffle (Menkum HAM), belum tentu kebijakannya sama (dengan Patrialis)," kata anggota Komisi III DPR Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Apalagi, kata dia, Presiden SBY berjanji mengumumkan reshuffle sebelum tanggal 20 Oktober. Jadi tidak masalah kalau ditunda pembahasannya untuk memberi kepastian.


"Kan sekarang sudah tanggal 11, jadi bentar lagi. Apalagi masa jabatan pimpinan KPK (saat ini) sampai Desember. Jadi tidak harus dipaksakan bulan Oktober ini," ungkapnya.

Sejauh ini pemerintah ngotot bahwa jumlah capim KPK delapan calon. Sedangkan beberapa fraksi di Komisi III, termasuk Golkar menginginkan 10 nama sesuai dengan UU KPK. Kalau menteri baru yang, seandainya ada pergantian, dan itn sejalan Komisi III DPR, otomatis, pemerintah harus menambah dua calon lagi.

Tapi kalau Patrialis Akbar tetap sebagai menteri, dia pasrah, dengan delapan calon yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

"Itu nanti terserah internal Komisi III. Kalau mau diterima juga, ya masyarakat yang akan menilai. Karena ini kredibilitas KPK akan terganggu. Nanti kalau ada model kayak Yusril (Ihza Mahendra) yang cerewet, bisa menguggat ke MK," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya