Berita

sby/ist

RESHUFFLE KIB II

Aman, Tendang PKS Tapi Tambah Jatah Golkar

SENIN, 10 OKTOBER 2011 | 18:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan Presiden SBY dalam perombakan kabinet yang akan dilakukannya. Yakni, menendang Golkar dan PKS sekaligus dari koalisi, atau hanya menendang salah satu diantara keduanya.
 
Demikian disampaikan pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi saat diwawancara salah satu TV swasta sesaat lalu (Senin, 10/10).

Menurut Burhan, Presiden SBY tidak mungkin menendang Golkar dan PKS sekaligus. Sebab, kalau dilakukan maka otomatis kekuatan koalisi di parlemen akan berkurang banyak. Pemerintah hanya tinggal disokong 45 persen saja. "Itu terlalu riskan," katanya.


Ada gejala, katanya, PKS yang bakal ditendang. PKS selama ini dinilai tidak disiplin dan kurang loyal dalam mendukung program-program pemerintah. PKS selalu main dua kaki, masuk ke dalam pemerintah di satu sisi tapi juga mengkritisi pemerintahan di sisi lainnya.

"Kalau PKS dibuang, akibatnya Golkar akan kehilangan tandem yang baik. Tandem untuk memainkan peran kritis di parlemen yang selama ini mereka lakukan kepada pemerintah," katanya.

Jika PKS ditendang, sambungnya, maka Presiden punya pilihan lain. Harus 'menenangkan' Golkar. Penambahan jatah menteri bagi Golkar di kabinet bisa membuat Golkar tidak lagi main di dua kaki. Golkar akan solid di dalam pemerintahan dan pemerintahan akan aman.

"Untuk tidak main di dua kaki lagi Golkar ditambah jatah menterinya dari menteri-menteri PKS," sebut Burhan.

Kalau skenario PKS ditendang jadi dilakukan Presiden SBY, menurutnya, maka akan terjadi out of position dari kelompok oposisi di parlemen. Dalam isu-isu tertentu, khususnya soal agama, PKS dibaca tidak akan ketemu dengan PDI Perjuangan, karena keduanya punya ideologi partai yang berbeda.

"Isu-isu agama sulit bertemu. Kalau isu soal non agama, misalnya soal garam, beras dan lain-lain masih bisa bersatu," bebernya.

Dalam hemat Burhan, kalau SBY menendang PKS dari pemerintahan maka bisa dipastikan Ormas-ormas maupun organisasi kemahasiswaan yang dekat dengan PKS akan rajin turun ke jalan.

"Perlu diingat PKS mengandalkan gerakan ekstra parlementer. Kalau dibuang, sayap-sayap Ormas yang punya kedekatan dengan PKS akan rajin mendemo pemerintahan," demikian Burhan. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya