Berita

brown/ist

Gubernur California Sahkan RUU Kontroversial

MINGGU, 09 OKTOBER 2011 | 14:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Satu UU kontroversial disahkan oleh gubernur negara bagian California Amerika Serikat. UU ini memperbolehkan seorang imigran gelap memperoleh bantuan dana pendidikan untuk kuliah di perguruan tinggi AS.

Dua pandangan yang saling bertolak belakang pun muncul terhadap UU ini. Menurut para pendukung Gubernur Jerry Brown, UU ini akan menguntungkan perekonomian California. Namun menurut para penentangnya, UU ini justru akan mendorong masuknya imigran masuk AS secara ilegal atu tanpa dokumen yang sah.

Dengan disahkannya UU ini maka 2.500 anak imigran yang dibawa oleh orang tua mereka dengan cara ilegal berhak untuk mendapat bantuan dana pendidikan.


"UU ini akan memberi keuntungan bagi California, karena siswa-siswa yang unggul akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan juga hidup kita semua," ujar Gubernur yang mengambil alih California dari kepemimpinan mantan bintang film Arnold Schwarzenegger tersebut.

Menurut para penentang UU ini memandang bahwa California masih memiliki persoalan imigrasi yang rumit. Dan pemberlakuan UU justru akan memberikan pesan tersirat bahwa semua orang boleh masuk California secara ilegal dan akan diberi fasilitas. Kenyataan yang harus diterima nantinya adalah mereka yang sudah punya hak tinggal sah atau dalam hal ini imigran yang legal, akan terkurangi jatah bantuan pendidikannya oleh imigran gelap.

Kubu oposisi dan para penentang juga meminta agar UU ini diterapkan setelah adanya perubahan besar pada aturan imigrasi AS secara keseluruhan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya