ist
ist
RMOL. Pembatasan terhadap kebebasan pers di Myanmar merupakan salah suatu masalah yang menghambat perkembangan demokrasi di negara tersebut.
Kekesalan terhadap pembatasan pers ini tidak hanya muncul dari kalangan jurnalis, namun juga datang dari seorang pemimpin departemen sensor pers Myanmar Tint Swe. Tint Swe mengatakan bahwa sensor media tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi sehingga hal ini harus dihapuskan.
"Sensor pers tidak dipraktekkan lagi oleh negara-negara tetangga kita, juga di kebanyakan negara lain, karena tidak selaras dengan praktek demokrasi. Oleh karenanya sensor harus dihapuskan dalam waktu dekat," ujar Tint Swe dalam wawancaranya dengan radio Free Asia sebagaimana dikutip AFP (Sabtu, 8/10).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 05:45
Rabu, 29 April 2026 | 05:26
Rabu, 29 April 2026 | 04:59
Rabu, 29 April 2026 | 04:48
Rabu, 29 April 2026 | 04:25
Rabu, 29 April 2026 | 03:59
Rabu, 29 April 2026 | 03:45
Rabu, 29 April 2026 | 03:28
Rabu, 29 April 2026 | 02:59
Rabu, 29 April 2026 | 02:42