Berita

andi a/ist

Andi Arief: Krakatau, Lokon, Tambora, Marapi dan Merapi Masih Harus Diwaspadai

SABTU, 08 OKTOBER 2011 | 17:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ada empat gunung setidaknya yang terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Gunung-gunug tersebut adalah Krakatau, Lokon, Tambora, dan Marapi. Keempat gunung ini memerlukan analisis yang komprehensif, sehingga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, lembaga terkait bisa mengambil langkah dan masyarakat tidak dirugikan.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief di Jakarta (Sabtu, 8/10).

Menurut Andi Arief, meskipun aktivitas gempa vulkanik Anak Krakatau menurun, namun kegempaan masih terjadi di luar kelaziman.  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat jika sebelumnya jumlah kegempaan antara empat sampai lima kali per menit dengan jumlah sekitar 5 ribu kali perhari, maka sampai Jumat kemarin gempa vulkanik pada kisaran 3,5 sampai 4 ribu kali.


"Sementara untuk aktivitas gempa vulkanik Gunung Lokon di Sulawesi Utara masih tinggi hingga mencapai 44 kali," ujar Andi.

Dikatakannya, aktivitas ini menurut pemantauan lapangan menggambarkan suplai energi yang dikhawatirkan dapat menciptakan erupsi.

Sementara untuk Gunung Api Tambora, lanjut Andi, aktivitas kegempaan vulkaniknya masih berlangsung, meskipun telah hampir sebulan terjadi penurunan aktivitas.

Andi Arief juga menekankan perkembangan Gunung Api Marapi di Sumatera Barat. Dikatakan Andi, peningkatan aktivitas terjadi sejak 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Hari Jumat kemarin, seperti kita ketahui, Marapi mengeluarkan suara letusan dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang berketinggian 1 ribu meter, dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang," ungkapnya.

Secara keseluruhan, dari aktivitas Gunung Api yang diamati, kegempaannya mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu, dengan pola letusan yang semakin sukar diprediksi.

Khusus untuk Gunung Merapi,  kondisi  faktor topografi dengan dataran tinggi yang lebih mudah menangkap uap air, dalam pantauan BMKG, musim hujan akan datang lebih awal.

"Tentu saja, ancaman banjir lahar dingin harus diantisipasi untuk wilayah Sleman, Yogyakarta dan Magelang, Boyolali, serta Klaten, Jawa Tengah, terutama masyarakat yang tinggal disepanjang delapan sungai yang berhulu di Merapi," jelasnya.

Direncanakan, besok (Minggu, 9/10) bertempat di eks Gedung Sekneg, kantor Andi Arif akan mengumpulkan ahli vulkanologi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka guna mendengar pandangan dan pendapat, serta masukan terkait perkembangan kegunungapian di Indonesia.

"Kelihatan mendadak, namun harus segera mendapat second opinion, yang akan kami sampaikan kepada lembaga-lembaga terkait, agar kebijakan lebih tepat dan akurat," tutup Andi.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya