Berita

ilustrasi

Dunia

Protes China, Dua Remaja Tibet Bakar Diri

SABTU, 08 OKTOBER 2011 | 15:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Dua remaja Tibet membakar dirinya sendiri sebagai bagian dari protes atas kebijakan Republik Rakyat China di tanah kelahiran mereka. Kedua remaja ini melakukan aksinya di sebuah biara di Provinsi Sichuan, China.

Mereka diketahui sebagai mantan biksu di biara Kirti. Biara itu dikenal sebagai biara yang dihuni sebagian besar biksu anti pemerintahan China. Belakangan keduanya diberitakan bernama Choepel dan Khayang.

Keduanya membakar diri mereka pada Jumat (7/10) pagi, di jalan Aba yaitu sebuah tempat yang menjadi komunitas bagi para etnis Tibet. Salah satu remaja tersebut dilaporkan tewas dalam melakukan aksinya.


Pada pertengahan bulan Agustus lalu, seorang biksu Tibet juga dikabarkan membakar dirinya sendiri di daerah otonomi etnis Tibet di Barat Cina, seperti dilaporkan Xinhua. Tidak diketahui apakah biksu tersebut akhirnya meninggal atau selamat.

Menurut gerakan pembebasan Tibet (Free Tibet), tindakan bakar diri remaja atau Biksu Tiber adalah bukti bahwa ada banyak pemuda Tibet yang berani menarik perhatian global. Hal ini sebagai bentuk protes para pemuda Tibet terhadap pelanggaran HAM terbesar di dunia yang ditutupi oleh pemerintah China.

"Komunitas internasional tidak bisa lagi diam saat menghadapi kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina terhadap warga Tibet, ini waktunya (komunitas internasional) untuk membela (hak Tibet),'' ujar Direktur Free Tibet, Stephanie Brigden sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 8/10).

Saat ini banyak warga Tibet yang mengeluhkan tentang pertumbuhan dominasi etnis Han China yang secara sengaja dipindahkan ke Tibet. Menurut warga Tibet, upaya pemerintah China ini adalah salah satu upaya untuk menghilangkan kebudayaan Tibet.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya