Berita

Melihat Tingkah Pola PKS dan Freddy, Gun Gun Teringat Ucapan Godfather

JUMAT, 07 OKTOBER 2011 | 15:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tidak perlu terlalu lama mewacanakan akan merombak Kabinet Indonesia Bersatu II. SBY harusnya langsung menentukan sikap siapa saja menteri yang layak dicopot.

Karena, Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan telah bekerja dan menyodorkan kepada Presiden bagaimana nilai kinerja para menteri. Selain itu, Presiden juga sudah memegang fakta integritas dari semua menteri.

"Seharusnya (SBY) sudah tahu persis siapa dan pos mana menteri-menteri yang akan di-reshuffle," kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi tadi.


Tapi sayang, SBY tidak langsung mengeksekusi. Tapi malah mendramatiasi wacana reshuffle KIB II. Karena Gun Gun melihat, SBY terlalu lama membuat isu reshuffle ini ngambang. Dia kuatir ada efek negatif dari sikap SBY yang berlama-lama tersebut.

"Jangan sampai membuka kesempatan para politisi yang menjadi investor politiknya kembali leluasa bergaining tentang komposisi kabinet yang sulit SBY tolak," ungkap Gun Gun.

Dan apa yang dikuatirkannya itu tampaknya sudah terjadi. Karena SBY terlalu lama dalam memutuskan reshuffle ini, pada akhirnya membuka ruang dialog. Ruang dialog bisa saja berubah menjadi ruang bargaining.
bargaining ini tidak seluruhnya produktif untuk publik. Tapi lebih  menjaga politik harmoni. Maka saya bisa menyimpulkan, kalau terlalu, maka reshuffle ini, sama seperti kita menunggu kabinet tambal sulam," jelasnya.

Dalam konteks itu, Gun Gun teringat film Godfather setelah melihat tingkah polah elit partai koalisi dan melihat menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. PKS misalnya mengancam akan membuka kontrak koalisi dengan Presiden SBY kalau menterinya diganti.

Begitu juga dengan Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang, di satu kesempatan menegaskan bahwa dirinya adalah politisi Demokrat dan perwakilan dari Papua. Ini mengindikasikan bahwa dirinya tidak akan dicopot. Hal ini tentu akan membuat SBY tidak bebas mengambil keputusan.

"Parpol-parpol itu meniru ucapan Don Corleone ke Johnny Fontane tentang Woltz dalam film Godfather. Corleone bilang begini, "I'am gonna make him an offer he can't refuse!" Jadi kalau SBY berada dalam keinginan para 'GodFather' parpol, ya pastinya reshuffle tak akan membawa arti apa-apa lagi," ungkapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya