Berita

anis matta

RESHUFFLE KIB II

PAN: Bukti Ustad Anis Sayang pada SBY

JUMAT, 07 OKTOBER 2011 | 12:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ragam ekspresi partai koalisi menanggapi klaim PKS, yang kerap disampaikan Sekjen PKS Anis Matta, bahwa partainya punya kontrak khusus dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga para menterinya tidak akan dicopot.

Partai Golkar lewat Priyo Budi Santoso mengaku terkejut; Demokrat melalui Max Sopacua langsung membantah, dan PPP melihat boleh jadi memang PKS punya kontrak koalisi spesial dengan Presiden, tapi pada kontrak yang pertama kali ditandatangani.

Bagaimana tanggapan PAN, yang juga bagian dari koalisi?


Kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menanggapi pernyataan Anis itu dengan kacamata positif.

"Saya mencoba berpikir positif dan husnudzon. Pernyatan itu bukti sayangnya PKS pada SBY. Itu ekspresi betapa PKS tetap ingin di koalisi. Cara partai mengekspresikan sikap politiknya itu bermacam-macam. Kalau ada pernyataan-pernyataan seperti itu dari Ustad Anis, saya kira itu ekspres tetap sayang sama Presiden dan tetap ingin tetap di koalisi," kata Bima.

Bukankah malah sebaliknya, itu ekspresi ketakutan menterinya dicopot?

"Pokoknya bahasa saya begitulah. Saking inginnya PKS tetap di koalisi maka keluar pernyataan-pernyataan seperti itu," kata Bima lagi.

Mantan pengamat politik ini sendiri tidak percaya bahwa PKS punya kontrak spesial dengan Presiden  SBY. Karena semua partai koalisi memiliki kedudukan yang sama di depan Presiden.

"Kan nggak mungkin. Koalisi itu semuanya dilandasi atas prinsisp kesetaraan dan kepercayaan. Semua partai saya yakin spesial di mata Presiden," jelas Bima.

Bima juga tidak melihat pernyataan Anis itu akan membuat sesama partai cemburu dan akhirnya menganggu soliditas partai koalisi. Karena dia yakin, semua partai sudah tahu posisi masing-masing dan sudah tahu gaya politik dan ekspresi masing-masing partai.

"Jadi kita saling paham. Saya sering bilang sesama bis kota jangan saling mendahului. Jadi tenang-tenang saja," demkian Bima. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya