Berita

SBY Ingin Selalu Dicitrakan Mendengar Aspirasi Publik

JUMAT, 07 OKTOBER 2011 | 11:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wacana reshuffle yang sampai saat ini terus menggelinding karena Presiden SBY belum juga memberikan kepastian. Wacana ini menyita perhatian banyak kalangan dan tentu saja melupakan hal-hal penting yang harus diperhatatikan.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Menurut saya energi publik ini tersedot ke pusaran perbincangan tentang reshuffle sehingga cenderung lupa kasus Nazaruddin dan segala macam kan. Resonansi pemberitaan reshuffle ini dengan sendirinya menurunkan tingkat atensi publik terhadap kasus-kasus krusial yang sebetulnya seharusnya mendapatkan  perhatian publik," katanya.


Dari segi produktifitas kinerja pemerintahan, wacana reshuffle ini juga, dari sudut makro kontraproduktif. Karena wacana ini juga akan menyita perhatian para menteri, yang harusnya bekerja. Tapi, tampaknya SBY tak mementingkan itu. Karena SBY selalu ingin dicitrakan mendengar aspirasi publik.

"Jadi atmosfer yang dibangun SBY lebih mengedepankan kepada publik bahwa dia mendengar, hati-hati dan, mempertimbangkan banyak faktor," ungkapnya.

"Tetapi bagi SBY ini sebenarnya sesuatu yang sangat dilematis. Kalau pada periode pertama, dia masih punya waktu untuk periode kedua. Tapi kalau sekarang, at least dia tinggal punya waktu tiga tahun. Makanya proses seperti ini harus distop," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya