Berita

Tatang Kurniadi

Wawancara

WAWANCARA

Tatang Kurniadi: Percakapan di Black Box Tak Bisa Diumumkan ke Publik

JUMAT, 07 OKTOBER 2011 | 04:27 WIB

RMOL. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menyelidiki flight recorder atau black box pesawat Casa 212-200 yang jatuh di Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, 29 September lalu.

“Senin (3/9) malam flight recorder dibawa ke Jakarta untuk kami selidiki penyebab jatuhnya pesawat yang mengakibatkan 14 penumpang dan empat kru te­was,” ungkap Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, di kantornya, Jakarta, kemarin.

Menurut Tatang, pihaknya mengeluarkan rekomendasi awal bahwa ketika sebuah pesawat terbang di daerah berbukit dan terbang di komulasi awan yang cepat, pilot harus berhati-hati. Namun itu bukan rekomendasi akhir. Sebab, proses penyelidikan belum selesai.

Berikut kutipan selengkapnya;


Dari rekomendasi awal itu, bisa dikatakan ada human error dalam kecelakaan itu?

Belum tentu. Namanya cuaca tidak bisa diprediksi. Ketika kita terbang dan terjebak dalam suatu kondisi cuaca yang jelek, belum tentu itu karena human error. Mungkin saja karena cuaca yang buruk,  mata pilot tidak bisa meli­hat dengan jelas.

    

Apa pesawat Casa itu layak ter­bang?

Semua pesawat yang diter­bangkan adalah layak terbang. Ini bisa dilihat dalam maintenance lock yang dimilikinya. Nanti bisa dilihat kapan masuk ‘rumah sakit’ pesawat tersebut.


Bagaimana kondisi flight re­corder pesawat itu?

Black box atau flight recorder dalam kondisi bagus. Prosesnya nanti kita akan men-download hasil percakapan dalam yang ada di black box itu. Namun hasilnya tidak akan kita umumkan. Sebab, dilarang Undang-undang.

Secara teknis, proses down­load-nya memakan waktu satu sampai dua jam, membacanya hasil download itu sekitar satu-dua bulan. Setelah itu bisa di­simpulkan.


Kenapa lama?

Black box itu sebenarnya ada dua, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Re­corder (CVR). Untuk pesawat CASA 212-200 ini hanya ada CVR, karena pesawat ini karena aturannya di bawah 18 orang pe­numpang, maka hanya satu yaitu cockpit voice recorder, kalau di atas 30 orang penumpang harus dua, yaitu FDR dan CVR.


Kapan hasil investigasinya di­publikasikan?

Kita akan mengumumkan apa­bila sudah ada final report, itu ditentukan 12 bulan. Kalau tidak bisa ditambah 12 bulan ke dua dan ketiga. Bisa tiga sampai empat tahun. Tapi yang harus segera keluar itu adalah reko­men­dasi awal. Misalnya kita mene­mukan pesawat di bukit, reko­mendasinya adalah hati-hati bila melintas di bukit. Nanti dilihat awan dan hujan yang harus diwaspadai.


Apa tidak bisa dipercepat pu­blikasinya?

Paling cepat 6-7 bulan  sudah ada hasilnya. Itu pernah kita buat. Final report itu komentar dari pihak-pihak yang berkepen­tingan, yaitu state of registry, state of manufacture, state of opera­tion, state of design, dan lain-lain, nanti kita kirim. Pesawat yang celaka itu bu­kan hanya urusan KNKT dan Indonesia saja. Tapi  negara yang mendesaign juga. Maka­nya negara itu mengi­rim­kan orang. Mereka tidak mau KNKT sa­lah tunjuk dan di­salahkan dalam me­nye­lidiki kece­la­kaan ter­sebut.   [rm]


Apa tidak bisa dipercepat pu­blikasinya?

Paling cepat 6-7 bulan  sudah ada hasilnya. Itu pernah kita buat. Final report itu komentar dari pihak-pihak yang berkepen­tingan, yaitu state of registry, state of manufacture, state of opera­tion, state of design, dan lain-lain, nanti kita kirim. Pesawat yang celaka itu bu­kan hanya urusan KNKT dan Indonesia saja. Tapi  negara yang mendesaign juga. Maka­nya negara itu mengi­rim­kan orang. Mereka tidak mau KNKT sa­lah tunjuk dan di­salahkan dalam me­nye­lidiki kece­la­kaan ter­sebut.   [rm]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya