Berita

Catat, KPK Bukan Agama dan Pemimpinnya Bukan Nabi

KAMIS, 06 OKTOBER 2011 | 22:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Salah satu agenda reformasi adalah pemberantasan korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi adalah institusi yang lahir dari rahim reformasi untuk menuntaskan amanat utama reformasi tersebut.

Tapi diingatkan, dalam era demokrasi dan keterbukaan sekarang ini tidak boleh ada lembaga yang kebal dan bebal dari kritikan seperti pada masa otoritarianisme Orde Baru. Karena itu, KPK jangan diposisikan sebagai institusi tertutup seperti Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada masa Orde Baru yang antikritik.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi, Masinton Pasaribu kepada wartawan di Jakarta malam ini.


"KPK dan segenap pimpinannya harus menyadari bahwa istilah lembaga superbody terhadap KPK bukan berarti kebal terhadap kritik dan bertindak semaunya seperti ABRI pada masa Orde Baru. KPK bukan agama dan pimpinannya bukan nabi yang bersih dari dosa-dosa," tegasnya.

Penegasan itu ia sampaikannya setelah menilai KPK telah menciderai dukungan dan kepercayaan rakyat. Hal ini terlihat dari ketidakberanian dan ketidakprofesionalan pimpinan KPK mengungkap kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan lingkar kekuasaan, seperti kasus korupsi bailout Bank Century Rp 6,7 triliun, kasus mafia pajak, kasus import kereta api bekas, dan ketidakjelasan berbagai kasus-kasus korupsi yang pernah diungkap oleh Nazaruddin.

Padahal, ungkapnya, dukungan aktivis, akademisi, dan pers pada kasus cicak versus buaya adalah bentuk dukungan rakyat terhadap KPK, agar lebih berani bekerja dan profesional dalam melaksanakan tugas-tugas pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih dan pandang bulu.

"Ditambah lagi dengan tindakan beberapa pimpinan KPK seperti Chandra Hamzah, Harjono Umar, Ade Raharja yang melanggar sumpah dan janji jabatan," tegasnya.

Memang, dia mengakui 'nyanyian' Nazaruddin, tidak sepenuhnya benar. Tapi nyanyian mantan Bendahara Umum Demokrat itu cukup membuka mata publik bahwa beberapa pimpinan KPK tidak bersih dalam menjalankan tugasnya.

"Dan itu baru informasi dari seorang Nazaruddin. Ditambah lagi informasi dari Panda Nababan yang pernah dilobi Chandra Hamzah bersama rekannya (seorang) pengusaha. Artinya tidak tertutup kemungkinan bahwa pimpinan KPK tersebut bertindak untuk tujuan dan motif tertentu," tandasnya.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya