Berita

ilustrasi

Tangkap Mafia Anggaran DPR dan Reshuffle Menteri Korup!

KAMIS, 06 OKTOBER 2011 | 22:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sungguh ironis. Upaya menumbangkan rezim otoriter Orde Baru 13 tahun lalu tak bisa mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat. Selama rentan waktu itu pula, tingkah elit politik malah mempertontonkan prilaku yang mengkhianati rakyat. Pemilu umum yang konon disebut-sebut demokratis malah melahirkan mafia-mafia baru yang lebih sadis di DPR. Mereka menyunat anggaran.

"Mereka tidak memikirkan rakyat sedikit pun. Mereka lebih membela siapa yang dapat memberikan fee untuk mereka dan partainya. Gedung DPR dipenuhi keserakahan," kata Badan Eksekutif Mahasiswa Batavia Raya, Rahman Key kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 6/10).

Menurut Rahman, yang perlu dicamkan adalah  bahwa mafia anggaran di DPR punya korelasi kuat dengan kementerian dan pengusaha. Modusnya, pengusaha memberikan uang terlebih dulu ke Kementerian atau DPR agar proyek pengadaan barang dan jasa di suatu instansi dimenangkan oleh suatu perusahaan. Tanpa adanya kerja sama seperti itu, mustahil praktek mafia anggaran bisa dilakukan. "Keserakahan anggota dewan terlihat nyata dalam setiap pembahasan dana stimulus DPID," sebutnya.


Rahman mendukung aparat, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upayanya memberantas mafia anggaran yang bercokol di Senayan. KPK perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk terus menelusuri praktek mafia anggaran yang berkeliaran di DPR. "KPK jangan kalah gertak dengan ancaman anggota DPR. Gertakan-gertakan yang ada sebagai petunjuk bahwa mafia anggaran sudah melembaga di DPR. KPK harus berani dan segera menetapkan tersangka siapa saja mafia-mafia anggarannya," tegasnya.

Selain itu, masih kata Rahman, untuk kepentingan membongkar mafia anggaran di DPR, PPATK harus membuka siapa pemilik rekening 'haram' anggota Banggar DPR ke publik.

Rahman menambahkan, hal yang perlu dilakukan saat ini, yang tidak kalah pentingnya, adalah keberanian Presiden SBY dalam membersihkan para pembantunya dari tindakan korupsi.

"Presiden SBY harus me-reshuffle menteri-menterinya yang terindikasi melakukan korupsi untuk memperbaiki cita pemerintahan di mata rakyat. Presiden SBY harus memilih menteri-menteri baru yang mempunyai sikap, tegas serta bersih dari korupsi dan mempunyai integritas tinggi," imbuhnya.[dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya