sby
sby
RMOL. Tampaknya ada yang salah dalam cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menata Kabinet Indonesia Bersatu yang telah dua periode dia pimpin. Dalam membentuk kabinet, SBY terbawa pemikiran sistem parlementer, sehingga harus berkoalisi dengan partai politik lainnya. Padahal, dalam sistem presidensial, seperti Indonesia, presiden tidak perlu membentuk koalisi.
Hal itu dikatakan ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra kepada Rakyat Merdeka Online malam ini.
"SBY itu dalam menyusun kabinet terbawa kepada pemikiran seolah-olah pemerintah kita ini parlementer. Menyusun kabinet itu, dia hitung betul kekuatan di DPR. Berapa banyak yang ada di pemerintahan, berapa banyak yang ada di oposisi. Makanya dia bentuk terus koalisi," katanya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Minggu, 26 April 2026 | 17:35
Minggu, 26 April 2026 | 17:18
Minggu, 26 April 2026 | 16:38
Minggu, 26 April 2026 | 16:37
Minggu, 26 April 2026 | 16:01
Minggu, 26 April 2026 | 15:50
Minggu, 26 April 2026 | 15:50
Minggu, 26 April 2026 | 15:42
Minggu, 26 April 2026 | 15:40
Minggu, 26 April 2026 | 14:57