Berita

busyro muqoddas

KPK Tak Pernah Jalankan Tugas Utamanya?

RABU, 05 OKTOBER 2011 | 10:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk sebagai trigger kepada Kepolisian dan Kejaksaan, yang dinilai saat itu tidak maksimal dalam memberantas korupsi. Tapi celakanya, lembaga anti korupsi itu tidak pernah menjalankan tugas utamanya tersebut.

"Celakanya dalam kenyataan, kita tidak pernah melihat ada tindakan hukum yang sifatnya nyambung dengan gagasan awal itu, dalam arti mentrigger Kejaksaan dan Kepolisian. Ini tidak pernah dilakukan secara memadai. Kita tidak tahu berapa banyak kasus yang ia supervisi, dia ambil alih, atau dia monitor," kata pakar hukum tata negara Margarito Khamis kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Yang ada malah sebaliknya, KPK dengan Kejaksaan dan Kepolisian sering berebut kasus dan KPK maju sendiri-sendiri dalam memberantas korupsi. Karena itu, muncul kesan di republik ini hanya ada KPK, yang bertugas memberantas korupsi. Dalam konteks itulah, KPK harus dikritik.


"Oh iya (KPK) harus dikritik. Saya malah melihat ada kesengajaan di pemerintah waktu bikin KPK. Di sana (KPK) ada deputi pencegahan dan deputi penindakan. Padahal mestinya ada lagi satu deputi, yaitu deputi supervisi, monitoring dan ambil alih alih (kasus)," ungkapnya.

Dia menjelaskan, ketiga fungsi KPK itu, termasuk fungsi supervisi, monitoring dan ambil alih alih, berada dalam satu pasal UU KPK, meski berbeda huruf. Makanya aneh, kenapa di KPK tidak ada deputi supervisi, monitoring dan ambil alih alih kasus yang ditangani Kejaksaan dan Kepolisian, yang menjadi tugas utama KPK.

"Akhirnya kalau sekarang (KPK) tidak maksimal dalam melakukan supervisi bisa dimengerti oleh karena tidak ada organisasi secara teknis di dalamnya," imbuh Margarito. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya