Berita

din/ist

Din Syamsuddin: RUU Intelijen Harus Sesuai dengan Konstitusi Nasional

SENIN, 03 OKTOBER 2011 | 16:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan bahwa RUU Intelijen yang sedang digodog oleh DPR harus sesuai dan selaras dengan konstitusi negara agar tidak disalahgunakan.

Hal itu diungkapkan Din saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi RUU Intelijen, Proyek Anti Terorisme atau Otoritarianisme? yang digelar oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat (Senin, 3/10).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Teguh Juwarno, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sujadmiko, dan aktivis Kontras Usman Hamid.


"RUU Intelijen ini harus dikritisi agar sesuai dengan konstitusi negara dan prinsip-prinsip universal HAM PBB. Ini penting agar tidak menjadi alat untuk menindas," ujar Din.

Guru Besar Politik Islam UIN Jakarta ini melanjutkan, RUU Intelelijen ini dibutuhkan. Tetapi harus tetap dalam koridor hukum dan HAM. Bagi Din, jangan sampai keberadaan RUU tersebut menjadi kontraproduktif terhadap kebebasan saat ini.

Ia menambahkan, RUU Intelijen seharusnya dapat dijadikan sebagai perangkat untuk mensejahterakan rakyat.

"Jadi jangan sampai menjadi alat memojokkan dan kepentingan tertentu, tapi harus menjadi alat kesejahteraan," imbuhnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya