Berita

Dunia

Myanmar Batalkan Pembangunan Bendungan, China Mengecam

MINGGU, 02 OKTOBER 2011 | 16:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah China mendesak Myanmar melindungi hak-hak perusahaan China yang ada di Myanmar. Ini dilakukan setelah Myanmar membatalkan pembangunan bendungan Myistone di Sungai Irrawaddy yang sumber dananya disokong China.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei,  menyerukan agar kedua negara sebaiknya mengatasi masalah ini dengan cara yang semestinya, melalui sebuah konsultasi yang berlandaskan persahabatan.

"Pembangkit listrik Myitsone adalah proyek bersama Cina dan Burma yang sudah mendapat kesepakatan dari dua pihak," ujar Hong Lei sebgaimana dikutip BBC (Minggu, 2/10).


Komentar Hong Lei ini untuk menanggapi keputusan Presiden Myanmar, Thein Sein, yang membatalkan proyek bendungan besar itu karena adanya desakan dari masyarakat sekitar. China merupakan mitra dagang dan investor terbesar Myanmar dan keputusan Thein Sein ini pun membuat China meradang. Pasalnya, proyek bendungan di wilayah utara Myanmar ini didanai oleh perusahaan energi terbesar di China.

Namun disisi lain, keputusan Thien Sein ini ternyata mendapat dukungan dari pemerintah AS yang menilai sebagai sebuah kemajuan junta militer Myanmar yang mau mendengarkan kehendak rakyatnya.

Sebelumnya masyarakat Myanmar memprotes pembangunan bendungan ini karena dikhawatirkan akan merusak salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Selain itu, proyek bendungan ini akan menenggelamkan puluhan desa dan mengakibatkan lebih dari 10 ribu orang kehilangan tempat tinggalnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya