RMOL. Pemerintah China mendesak Myanmar melindungi hak-hak perusahaan China yang ada di Myanmar. Ini dilakukan setelah Myanmar membatalkan pembangunan bendungan Myistone di Sungai Irrawaddy yang sumber dananya disokong China.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, menyerukan agar kedua negara sebaiknya mengatasi masalah ini dengan cara yang semestinya, melalui sebuah konsultasi yang berlandaskan persahabatan.
"Pembangkit listrik Myitsone adalah proyek bersama Cina dan Burma yang sudah mendapat kesepakatan dari dua pihak," ujar Hong Lei sebgaimana dikutip BBC (Minggu, 2/10).
Komentar Hong Lei ini untuk menanggapi keputusan Presiden Myanmar, Thein Sein, yang membatalkan proyek bendungan besar itu karena adanya desakan dari masyarakat sekitar. China merupakan mitra dagang dan investor terbesar Myanmar dan keputusan Thein Sein ini pun membuat China meradang. Pasalnya, proyek bendungan di wilayah utara Myanmar ini didanai oleh perusahaan energi terbesar di China.
Namun disisi lain, keputusan Thien Sein ini ternyata mendapat dukungan dari pemerintah AS yang menilai sebagai sebuah kemajuan junta militer Myanmar yang mau mendengarkan kehendak rakyatnya.
Sebelumnya masyarakat Myanmar memprotes pembangunan bendungan ini karena dikhawatirkan akan merusak salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Selain itu, proyek bendungan ini akan menenggelamkan puluhan desa dan mengakibatkan lebih dari 10 ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.
[zul]