Berita

Apung Widadi

Wawancara

WAWANCARA

Apung Widadi: KPK Nggak Perlu Takut Serangan Balik DPR

MINGGU, 02 OKTOBER 2011 | 02:15 WIB

RMOL.Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung penolakan pimpinan KPK memenuhi undangan DPR. Sebab, dikhawatirkan ada upaya kongkalikong.

“Ketidakhadiran KPK demi menjaga independensi. Se­bab, sebelumnya mereka meme­riksa pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Dalam konteks hukum, sikap KPK sudah benar,” ujar peneliti ICW, Apung Widadi kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (30/9).

Untuk itu, lanjutnya, sikap KPK itu perlu didukung. Apalagi, panggilan DPR itu sarat dengan nuansa politis. Sebab, sebelum­nya KPK memeriksa empat pim­pinan Banggar DPR.  

“Saat ini tidak tepat DPR mengundang pimpinan KPK. Se­harusnya Pimpinan DPR men­dukung KPK mengusut kasus korupsi. Kemudian mendorong anggotanya untuk menghadiri panggilan KPK,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Banggar mungkin tersing­gung dengan pemeriksaan yang dila­kukan KPK?

Sebenarnya pemanggilan pim­pinan Banggar itu biasa saja. Semuanya masih on the track. Tidak ada masalah. Kalau menu­rut saya, DPR melakukan perla­wanan itu karena Banggar merasa terancam, kemudian menyerang balik. Banggar cukup risau dan mencoba menyandera APBN.

Apa cara itu pas?

Saya kira tidak. Menurut saya, penyanderan APBN itu merupa­kan sikap reaktif mereka. Sebab, ada yang harus ditutupi.

Dugaan mafia anggaran di Banggar kan sangat kuat, itulah yang mereka ingin lindungi. Bah­kan, salah seorang anggota Bang­gar  mengatakan, semua anggota Banggar bermasalah. Jadi, wajar dong kalau mereka kompak untuk menyelamatkan dirinya.

Yang perlu kita sayangkan ada­lah sikap pimpinan DPR. Kenapa mereka ikut-ikutan mendukung langkah Banggar untuk mogok membahas RAPBN. Ini kan kacau.

Bagaimana Anda melihat posisi KPK dalam perseteruan ini?

Seperti yang saya sampaikan tadi. KPK masih on the track. Bahkan, keberanian KPK perlu kita dukung karena mereka mulai menyentuh sektor korupsi politik. Beginilah resikonya, diserang balik DPR. Tapi KPK nggak perlu takut, lanjutkan pemerik­saan pimpinan Banggar agar dugaan praktik mafia anggaran itu bisa dibongkar.  

Apa masalah ini berdampak terhadap uji kepatutan dan ke­la­yakan calon pimpinan KPK yang akan dilakukan DPR?

Kita lihat saja nanti. Pansel kan sudah memberikan urutan peni­laian terhadap calon pimpinan KPK. Menurut kami peringkat atau rangking yang diberikan pansel terhadap ke delapan calon cukup obyektif. Dapat dipertang­gungjawabkan secara akademis. Kalau DPR tidak memilih urutan satu sampai empat, berarti ke­inginan memperlemah KPK se­makin jelas.

O ya, apa sulit memberantas praktek mafia anggaran?

Untuk memberantas mafia anggaran harus dimulai dengan mengembalikan Banggar DPR kepada tugas pokok dan fungsi­nya. Banggar harus menyinkro­nisasi anggaran antar pos penge­luaran, bukan menentukan besar anggaran dan alokasinya dalam RABPN.

Praktek mafia anggaran itu ter­jadi karena Banggar tidak tertib terhadap fungsi pokok. Diduga salah satu modusnya adalah meng­gelembungkan besaran anggaran untuk diajukan kepada Kementerian Keuangan. Selain itu ada indikasi mendapatkan fee bila sukses suatu daerah men­dapatkan anggaran.

Praktek seperti itu sangat mung­­kin terjadi. Sebab, Banggar me­miliki kewenangan yang cuku­p kuat soal kucuran angga­ran. [rm]



Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya