Berita

ist

Greenpeace: Ada atau Tidak Ada Kami Tidaklah Penting

SELASA, 27 SEPTEMBER 2011 | 21:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Greenpeace tidak mau memusingkan diri dengan kecaman yang disampaikan banyak kalangan agar mereka angkat kaki dari Indonesia. Yang terpenting, bagi LSM asing yang berkantor pusat di Belanda itu, adalah adanya jaminan terhadap penyelamatan lingkungan sebagaimana yang mereka kampanyekan selama ini.

"Yang terpenting itu bukan soal ada atau tidak ada Greanpeace, tapi negara dan aparat penegak hukum menjamin bahwa tidak ada pengrusakan terhadap lingkungan," kata Jurukampanye Media Greenpeace Asia Tenggara, Hikmat Soeriatanuwijaya, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 27/9).

Selain itu, lanjut Hikmat, yang terpenting juga adalah terciptanya industri yang ramah lingkungan. Para pengusaha tidak lagi memandang sebelah mata terhadap lingkungan dibalik setiap usaha yang mereka buat.


Sebelumnya, anggota DPR dari lintas fraksi, ekonom dan tokoh masyarakat mengecam keberadaan Greenpeace. Keberadaan dan kampanye mereka soal lingkungan hidup, terutama hutan, dinilai merugikan kepentingan nasional. Mendagri Gamawan Fauzi dan Menkumham Patrialis Akbar bahkan telah menegaskan niatnya untuk membekukan Greenpeace di Indonesia karena menerima dana dari pihak asing.

Hikmat tak tahu siapa sebenarnya, dan pihak mana yang menghembuskan wacana pembekuan Greenpeace di Indonesia. Namun disadari benar oleh Hikmat, jika hal tersebut sebagai serangan balik terhadap Greenpeace yang selama 40 tahun mengkampanyekan penyelamatan lingkungan.

"Kita sadar kampanye kita soal penyelamatan lingkungan, soal hutan, sangat beresiko. Pasti ada kepentingan politik dan ekonomi tertentu yang merasa terancam dengan kampanye kita," katanya.

Upaya kampanye hitam terhadap Greenpeace, kata Hikmat, tak lain adalah sebagai upaya untuk membungkam kampanye-kampanye yang dilakukan Greenpeace. "Ini bentuk pemberangusan. Ini ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan demokrasi," katanya.

Hikmat membantah bahwa LSM-nya tertutup dan tidak akuntabel dalam mengelola keuangan, termasuk soal sumber dana yang digunakan Greenpeace Indonesia yang banyak dipertanyakan dan digunakan sebagai pertimbangan untuk pembekuan Greenpeace.

Untuk urusan akuntabilitas dan transparansi dana, katanya, itu menjadi urusan nomor satu bagi Greenpeace.

"Lagian, kalau kita tidak akuntable dan transparan, pasti para pendonor akan meninggalkan kita. Tiap tahun kita kirimkan laporan penggunaan dana yang diberikan para pendonor kepada para pendonor," kata Hikmat sambil menegaskan jika Greenpeace Indonesia disokong oleh 30 ribu pendonor. [dem]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya