Berita

neneng/interpol

KORUPSI PLTS

Peran Anas Masih Gelap, Neneng Jadi Sandera

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2011 | 10:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kemenakertrans tahun 2008 masih gelap. Belum banyak diketahui apa posisi dan peran Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu dalam kasus yang ditaksir telah menimbulkan kerugian negara Rp 3,6 miliar itu.

Pagi ini Anas dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut oleh penyidik KPK. Kabarnya, Ketua Umum Demokrat itu diperiksa atas informasi dari M Nazaruddin, suami Neneng Sriwahyuni.

Pengacara M Nazaruddin, M Afrian Bondjol, ogah membeberkan apa peran Anas sampai-sampai dia diperiksa penyidik terkait dugaan korupsi PLTS, bukan dalam kasus korupsi wisma atlet atau proyek Hambalang yang selama ini gencar dituduhkan kliennya.


"Kita tidak tahu soal itu. Ini murni pengembangan KPK. Jadi yang lebih tahu KPK," kata Afrian kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 22/9).

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan Neneng Sriwahyuni dan Timas Ginting sebagai tersangka. KPK sendiri sudah menahan Timas, adapun Neneng buron.

Disebut-sebut bahwa PT Anak Negeri ikut terlibat dalam proses subkontrak dari PT Alfindo Nuratama Perkasa ke PT Sundaya Indonesia dalam proyek PLTS. Awalnya, biaya PLTS sekitar Rp 5 miliar, namun setelah dilakukan subkontrak anggarannya bertambah menjadi Rp 8,9 miliar. PT Anak Negeri sendiri merupakan perusahaan yang dipimpin Nazaruddin dan Anas Urbaningrum.

Apakah pemeriksaan Anas terkait posisi dan peran dia di PT Anak Negeri? Afrian langsung tertawa.

"Haha..Tanya saja ke KPK atau tanya langsung ke yang bersangkutan (Anas)," imbuh Afrian.

Namun yang pasti, sambung Afrian, penetapan Neneng sebagai tersangka tak lain hanya sebagai sandera agar Nazaruddin tidak membeberkan korupsi-korupsi Anas maupun rekayasa yang dilakukan KPK.

"Neneng murni tidak terkait. Orang Neneng hanya Ibu rumah tangga. Mana ada urusan dengan PLTS  dia (Neneng)," demikian Afrian. [zul]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya