Berita

fasilitas minyak di libya/ist

Dunia

LIBYA

DK PBB Cabut Sanksi, AS Janji Tidak Intervensi Transisi

SABTU, 17 SEPTEMBER 2011 | 11:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Setelah Moammar Khadafy dipastikan sudah tidak berkuasa lagi meski keberadaannya masih misterius, Dewan Keamanan PBB akhirnya mencabut sanksi kepada Libya dan memutuskan membentuk misi bantuan untuk pemerintahan sementara di salah satu negara paling kaya minyak itu.

Salah satu perubahan sikap DK PBB adalah berupa pencabutan sanksi pembekuan aset dua perusahaan minyak terbesar di Libya. Selain itu, PBB juga mengakhiri sanksi larangan penerbangan komersial ke Libya. Keputusan ini disahkan secara bulat setelah Majelis Umum PBB memberikan Kursi Libya di PBB kepada kelompok pemberontak, Dewan Transisi Nasional (NTC).

Dengan pengurangan sanksi ini, beberapa pihak berharap agar pemerintahan Libya yang baru dan sesuai dengan pilihan rakyat Libya dilahirkan. Musuh sejati Khadafy, Amerika Serikat, berjanji tidak akan ikut campur dalam pembentukan pemerintahan baru di Libya.


"Kami akan menjadi saksi lahirnya (pemerintahan) Libya yang baru", ujar Duta Besar Amerika Serikat, Susan Rice, dalam sidang DK PBB tersebut, sebagaimana dikutip Reuters (Sabtu, 17/9).

Resolusi DK PBB ini juga menetapkan pembentukan sebuah misi bantuan PBB untuk Libya yang akan bertugas selama tiga bulan. Misi bantuan tersebut adalah untuk membantu  pemerintahan sementara Libya dalam masa transisi.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya