ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Hasrat warga Palestina untuk menjadikan wilayah mereka sebagai negara yang merdeka tampaknya akan mengalami kendala veto negara adidaya sekutu sejati Israel, Amerika Serikat.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengajukan diri menjadi anggota penuh PBB pada pekan depan. Ia juga mengatakan bahwa negara Palestina yang diajukannya ke Dewan Keamanan PBB tersebut didasarkan pada batas perjanjian tahun 1967 dengan Yerussalem Timur sebagai ibukotanya.
"Kami akan mewujudkan keinginan ini dan mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung lama. Kami ingin seperti warga dunia lain yang bisa menikmati kebebasan dan kemerdekaan di wilayah negara Palestina," kata Presiden Abbas dalam pidatonya di Ramallah yang disiarkan ke seluruh Palestina, sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 17/9).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 05:45
Rabu, 29 April 2026 | 05:26
Rabu, 29 April 2026 | 04:59
Rabu, 29 April 2026 | 04:48
Rabu, 29 April 2026 | 04:25
Rabu, 29 April 2026 | 03:59
Rabu, 29 April 2026 | 03:45
Rabu, 29 April 2026 | 03:28
Rabu, 29 April 2026 | 02:59
Rabu, 29 April 2026 | 02:42