Berita

Siti Aminah Br Perangin-angin

Wawancara

WAWANCARA

Siti Aminah Br Perangin-angin: Ziarah ke Makam Bung Karno Meminta Kebijaksanaan Mega

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2011 | 05:16 WIB

RMOL. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diminta kebijaksanaannya terkait nasib Siti Aminah Br Perangin-angin sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Itulah antara lain permintaan Siti Aminah saat ziarah di ma­kam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Minggu (4/9).        

“Saya mohon kebi­jak­sanaan Ibu Mega ter­kait po­sisi saya se­ba­gai Ketua DPRD Kabupaten Ta­nah Karo,” ujarnya kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Seperti dike­tahui,  Siti Ami­nah mau diberhentikan sebagai Ketua DPRD Karo. Ini bermula dari keikutsertaan Siti Aminah dalam Pilkada  Karo tahun 2010.

Kemudian DPP PDI Perjua­ngan minta Siti Aminah mundur dari Ketua DPRD. Itu dipenuhi­nya. Tapi rapat paripurna DPRD menolak permohonan mundur tersebut.

 â€œSaya patuh terhadap instruksi DPP PDI Perjuangan. Makanya saya mengajukan permohonan mundur, tapi saat rapat paripurna saya tetap diminta memimpin DPRD Karo,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

 

Kok Anda mau disuruh mun­dur?

Saya selalu diajarkan orang tua untuk tunduk dan taat pada perin­tah atasan. Apalagi perintah itu datang dari Ibu Megawati yang merupakan tokoh kebanggaan dan panutan bagi saya selama ini. Saya juga ingin bertemu dengan Ibu Megawati untuk mencerita­kan semua yang terjadi di DPC Kabupaten Karo agar semua­nya clear.

 

Apa sudah diajukan permo­honan bertemu?

Sudah. Saya sudah mengirim surat lima kali. Tapi Ibu Mega­wati tidak hanya mengurusi ma­salah saya. Banyak masalah partai dan bangsa ini yang harus diurusinya. Saya memahami itu.


Apa dalam surat itu sudah di­sampaikan duduk perma­sala­hannya?

Itu kan semacam curahan hati saya kepada beliau. Tapi mungkin karena beliau sedang sibuk, se­hingga belum dibalas oleh beliau.

 

Dicopot dari jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupa­ten Karo, bagaimana perasaan Anda?

Secara prinsip saya menerima keputusan tersebut. Namun terus terang saya sedih. Sebab, setelah saya dicopot saya kehilangan kesempatan untuk berkumpul dengan “anak-anak” kader partai. Terutama pengurus partai di 272 desa dan juga pengurus partai di 17 Kecamatan di Tanah Karo. Rasa sedih itu melebihi rasa kehi­langan suami dan orang tua saya, karena bagi saya, PDI Perjuangan adalah nafas ke­hi­dupan.

 

Apa alasan pencopotan itu?

Saya juga nggak tahu ya. Yang jelas, setelah saya kalah dalam Pilkada, DPP PDI Perjuangan mengangkat Taufan Agung Gin­ting sebagai Plh DPC PDI Per­juangan Kabupaten Tanah Karo.

Sampai saat ini saya masih ber­­tanya-tanya dalam hati, apa ala­san DPP PDI Perjuangan mem­be­bastugaskan saya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Ka­bupaten Karo.


Apa yang Anda harapkan dari DPP PDI Perjuangan?

Harapan saya hanya ingin Ibu Megawati dan juga senior-senior saya di partai melihat keadaan ini secara jernih. Jangan karena be­berapa masukan yang tidak benar kepada Ibu Megawati dan pengu­rus DPP terhadap kekalahan saya di Pilkada menjadi tumbal bagi saya untuk tidak bisa melanjutkan perjuangan membela wong cilik bersama PDI Perjuangan.

 

Anda akan menggugat par­tai?

Walaupun nantinya saya dipe­cat dari partai dan diberhentikan jadi ketua DPRD Kabupaten Karo, tidak ada niat sedikitpun dari saya untuk menggugat sia­­pa­­pun apalagi menggugat partai. Surat perintah DPP agar saya mengundurkan diri dari DPRD sudah saya lakukan de­ngan me­ngi­rim surat pengun­duran dari Ketua DPRD Kabu­paten Karo. Perintah DPP sudah saya jalan­kan, tapi dalam rapat paripurna DPRD tanggal 25 Juli 2011, me­reka tetap memper­ta­han­kan saya menjadi ketua DPRD Kabupaten Karo.

 

Kenapa ada keinginan nye­kar di makam Bung Karno?

Setelah saya dibebastugaskan, semua rasanya hampa. Saat itu saya sedang bimbang kemana harus mengadu dan juga muncul suara agar saya meneruskan cita-cita. Lalu muncul kerinduan dan dorongan untuk nyekar ke ma­kam Bung Karno.

Saya mence­rita­kan apa yang ada di dalam hati saya, apa yang menjadi pro­gram saya untuk mem­besarkan partai, dan bagai­mana saya ingin me­ne­ruskan cita-cita Bung Karno se­lama ini. Dari sana tim­bul se­ma­ngat untuk berbuat bagi kebai­kan bersama, walaupun nanti saya ti­dak men­jadi Ketua DPC PDI Per­juangan Ka­bupaten Karo ataupun Ketua DPRD Ka­bupaten Karo.   [rm]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya