Berita

hillary clinton/ist

Dunia

Hillary Pastikan Ada Teror pada Peringatan Sedekade 9/11

SABTU, 10 SEPTEMBER 2011 | 13:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Menjelang peringatan 11 September, runtuhnya menara kebar WTC yang jadi simbol kebesaran ekonomi Amerika Serikat tepat 10 tahun lalu, negara adikuasa itu mendapat ancaman teror. Kabar buruk itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton.

Clinton menyatakan bahwa dirinya telah menerima laporan yang kredibel dan spesifik mengenai rencana serangan ke Washington DC dan New York. Meski demikian ia belum bisa mengkonfirmasi informasi tersebut.

"Al Qaeda tengah berupaya menyerang warga Amerika Serikat khususnya di New York dan Washington DC. Ancaman ini bukan hanya sebuah kejutan, ini adalah peringatan bahwa kita harus meneruskan perjuangan melawan ekstrimisme dari manapun asalnya, siapapun pelakunya dan siapapun targetnya," ujar Hillary setelah menghadiri peringatan tragedi World Trade Center (WTC) di Bursa Efek New York, Jumat (9/9) waktu setempat, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 10/9).


Mantan istri orang nomor satu di Amerika Serikat itu juga meminta kepada aparat keamanan untuk mengangani ancaman ini dengan serius. Dia memaparkan bahwa para pejabat negara, khususnya yang menangani kontra terorisme, merasa khawatir dengan ancaman aksi teror ini. Sebab, dari berbagai dokumen yang ditemukan saat penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan, Mei lalu, menunjukkan adanya rencana teror Al Qaeda yang bertepatan dengan peringatan tragedi WTC.

Meski demikian Hillary mengimbau agar Amerika Serikat, khususnya New York dan Washington DC, tidak perlu khawatir untuk menggelar peringatan tersebut karena pemerintah setempat telah memperketat keamanan di kota terbesar di AS tersebut.

"Anda semua harus melanjutkan hidup. Kota ini (New York) adalah kota yang kuat," tutup Clinton.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya