Berita

ilustrasi

BNPB: Perlu Penanganan Khusus Atasi Krisis Air

77 Persen Kabupaten/Kota di Jawa Alami Defisit Air
JUMAT, 09 SEPTEMBER 2011 | 22:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan perlunya perhatian dan penanganan khusus dalam upaya menanggulangi krisis air. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat krisis air terus meningkat.

"Perlu dilakukan upaya penanganan segera dalam jangka pendek,"  kata DR Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 9/9).

Seperti diketahui, krisis air yang melanda pulau Jawa terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk, degradasi lingkungan dan menurunnya ketersediaan air.


Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional( Bappenas), dalam kajiannya pada tahun 2005, melaporkan bahwa sekitar 77 persen kabupaten/kota di Jawa, di luar Jabodetabek,  telah memiliki satu hingga delapan bulan defisit air dalam setahunnya.  Pada tahun 2025 jumlah kabupaten/kota yang defisit air ditaksir meningkat hingga mencapai sekitar 78,4 persen, dengan defisit berkisar mulai dari satu hingga dua belas bulan, atau defisit sepanjang tahun.

Dari wilayah yang mengalami defisit tersebut, terdapat 38 kabupaten/kota atau sekitar 35 persen  telah mengalami defisit tinggi. Khusus wilayah Jabotabek yang 60 persennya mendapat pasokan air dari waduk Jatiluhur, sekitar 50 persen kabupaten/kotanya mengalami defisit air dan diperkirakan meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2025.

Karena itulah, kata Sutopo, perlu segera dilakukan langkah-langkah taktis guna mengatasi krisis air ini.

"Upaya penyediaan air melalui pemanenan air hujan saat musim penghujan dan konservasi tanah perlu dilakukan," demikian Sutopo.[dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya