Berita

ilustrasi

SUAP KEMENAKERTRANS

Banggar DPR: Tidak Ada 'Penyanderaan' Saat Ketok Rp 500 Miliar

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2011 | 20:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Badan Anggaran (Banggar) DPR membantah menggunakan program percepatan pembangunan daerah transmigrasi untuk mencari uang untuk kepentingan pribadi para anggotanya.

Wakil Ketua Banggar DPR, Tamsil Linrung menyebut tidak ada 'sandera-sanderaan' melalui permintaan jatah yang dilakukan Banggar DPR, agar budget anggaran program untuk percepatan pembangunan daerah transmigrasi lebih besar dari yang diajukan Kemenakertrans.

Kata Tansil, tidak benar, kalau dikatakan pada awalnya program tersebut anggarannya senilai Rp 270 miliar lalu dinaikkan oleh Banggar menjadi Rp 500 miliar karena menerima jatah.


"Tidak, bukan begitu. Di surat yang diajukan Kemenakertrans Rp 988 miliar, justru yang kita setujui Rp 500 miliar. Ada dokumennya di sini," kata Tamsil.

Banggar, lanjut Tamsil, punya pertimbangan mengapa budgetnya dipangkas hampir setengahnya.

"Dana optimalisasi terbatas, supaya ada alokasi untuk mengatasi permasalahan pendidikan," kata politisi PKS itu.

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning menyebut anggaran program pembangunan daerah transmigrasi sebesar Rp 270 miliar. Ribka curiga memang ada mafia yang bermain lantaran budget yang kemudian disepakati dan diketok oleh Banggar DPR dan menteri Keuangan sebesar Rp 500 miliar. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya