Berita

naoto kan/ist

Lima Politisi Demokrat Berebut Kursi PM

SABTU, 27 AGUSTUS 2011 | 20:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Mundurnya Noato Kan sebagai Perdana Menteri Jepang membuat sejumlah politisi Jepang segera berebut posisi panas itu. Setidaknya hingga saat ini sudah ada 5 politisi senior dari Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang secara resmi mencalonkan diri sebagai kandidat Perdana Menteri menggantikan Naoto Kan yang mundur pada Jumat (26/8).

Dari lima calon kandidat tersebut, Menteri Perdagangan Jepang yang juga merupakan politisi senior DPJ, Banri Kaieda disebutkan memperoleh dukungan dari mayoritas pimpinan DPJ. Meskipun demikian, mantan menteri Luar Negeri Seiji Maehara melalui sebuah jajak pendapat merupakan calon yang paling populer di mata publik Jepang.

Calon Kuat lain selain mantan Menteri Luar Negeri Seiji Maehara dan Menteri Perdagangan Banri Kaieda, adalah Menteri Keuangan Yoshihiko Noda serta Menteri Pertanian Michihiko Kano. Menteri Transportasi Sumio Mabuchi juga berada di jajaran yang siap bersaing dalam memperebutkan posisi tersebut


Hari Sabtu dan Minggu pekan ini, kelima orang itu akan berkampanye untuk bersaing memperebutkan kursi ketua umum DPJ yang hampir pasti sekaligus akan langsung menjadi Perdana Menteri Jepang keenam, dalam lima tahun terakhir.

Keputusan siapa Perdana Menteri yang baru akan diketahui lusa (Senin, 29/8) melalui pemilihan oleh Parlemen.

Namun demikian berbagai kalangan di Jepang mengkritik kampanye para calon yang dianggap miskin visi, terutama menyangkut bagaimana cara mengatasi utang nasional yang terus menggelembung.

Selain itu lima calon tersebut dinilai belum mengambil sikap yang tegas mengenai masa depan program nuklir di negari sakura tersebut setelah kebocoran reaktor nuklir terjadi di Fukushima. Karena itu para pengamat menganggap mereka lebih peduli untuk mendapat suara sebanyak mungkin daripada bersaing visi dalam memecahkan masalah di Jepang.

"Dan, mereka tidak banyak bicara soal kebijakan," kata Koichi Nakano, profesor ilmu politik di Universitas Sophia, Tokyo sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 27/8).[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya