Berita

tan kin l/ist

Tan Kin Lian Optimis Kepilih Jadi Presiden Singapura

SABTU, 27 AGUSTUS 2011 | 15:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Singapura menggelar pemilihan Presiden hari ini (Sabtu, 27/8). Hal yang unik dari pemilihan Presiden ke 7 Singapura ini adalah semua kandidat berasal dari marga Tan. Keempat kandidat tersebut adalah Dr Tony Tan, Tan Jee Say, Dr Tan Cheng Bock, dan Tan Kin Lian.

Tan Kin Lian sangat percaya diri bahwa dirinya bisa memenangkan pemilu kali ini. Menurutnya, diantara keempat calon yang ada, hanya dirinyalah yang mampu mengemban amanat rakyat negeri singa.

"Dr Tony Tan adalah seorang dokter yang baik, namun tidak ahli dalam masalah keuangan. Banyak orang khawatir bahwa ia tidak akan bisa membuat keputusan yang tepat dalam menjaga cadangan devisa negara," kata Tan Kin Lian.


Sedangkan calon kedua, Tan Jee Say adalah seorang calon yang berasal dari oposisi. Sebagai seorang oposisi dia seharusnya bertindak sebagai check and balance pada pemerintah. Posisi oposisi ini membuat banyak orang khawatir bahwa ia akan bertindak konfrontatif dan tidak dapat bekerja sama dengan Pemerintah.

Calon yang ketiga, Dr Tan Cheng Bock, menurut Tan Kin Lian, pernah menjadi menteri selama lebih dari 20 tahun. Posisi demikian membuat kekhawatiran bahwa ia tidak dapat bertindak secara independen dari Pemerintahan yang lama dalam memperbaiki situasi Singapura.

Tan Kin Lian sendiri adalah seorang mantan Chief Executive officer (CEO) Perusahaan Asuransi NTUC Income. Dia berkarir di NTUC Income selama 30 tahun hingga mengundurkan diri tahun 2006. Dengan berbekal pengalamannya mengelola perusahaan asuransi ini, Tan kin Lian berharap warga Singapura mempercayakan posisi kepala negara di Singapura itu kepadanya.

"Aku akan menjadi suara rakya Singapura," ujar Tan Kin Lian, sebgaimana dikutip Todayonline.com (Sabtu, 27/8).

Presiden Singapura menjabat sebagai kepala negara dengan masa jabatan 6 tahun. Tugas-tugas yang diemban tergolong seremonial. Akan tetapi, Presiden Singapura memiliki wewenang untuk menunjuk Perdana Menteri serta menolak pengangkatan Ketua Mahkamah Agung dan Jaksa Agung. Pemerintah Singapura juga membutuhkan persetujuan Presiden untuk menggunakan dana simpanan negara. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya