RMOL. Kekalahan pasukan pro-Khadafi dari pasukan pemberontak yang dibantu penguasa Barat, di Tripoli, Libya, mendapat perhatian Sekjen PBB, Ban Ki Moon.
Ban Ki Moon menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bekerja sama dalam mengakhiri pertempuran di Libya dan memulihkan ketertiban umum di negara tersebut. Menurut Ban Ki Moon, krisis Libya saat ini telah memasuki babak baru yang sangat menentukan, dan diharapkan momen ini bisa dijadikan sebagai proses perubahan kepemimpinan secara lancar di Libya.
Menurut Ban Ki Moon, dalam jangka pendek ini Libya membutuhkan bantuan kemanusiaan, terutama bantuan medis dan kebutuhan sehari-hari seperti sanitasi air dan pendidikan. Bantuan ini dalam rangka untuk membantu memperlancar ketertiban umum dan stabilitas negara tersebut.
"Untuk jangka panjang, perlu dukungan awal untuk menggelar pemilu, peralihan politik yang adil, dan bantuan pemulihan sosial-ekonomi, penegakan hukum, serta perbaikan birokrasi," ujar Ban Ki Moon sesaat setelah menghadiri pertemuan PBB di New York, seperti dilansir
BBC (Sabtu,27/8)
Kepada dunia internasional, Ban juga mengharapkan agar mereka mendukung kapasitas institusi keamanan Libya karena peredaran senjata ringan di masyarakat yang tidak terkontrol.
Sekjen PBB juga mendesak agar Dewan Peralihan Nasional Libya untuk melakukan kontak dengan Uni Afrika, yang sejauh ini menolak mengakui mereka sebagai penguasa yang sah.
[ald]