Berita

pasukan pemberontak/ist

Dunia

KONFLIK LIBYA

Karena Perang, 200 Pasien Ditelantarkan Sampai Membusuk

SABTU, 27 AGUSTUS 2011 | 10:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pertempuran antara para pemberontak Libya dan pasukan Kolonel Khadafi di Tripoli mengakibatkan salah satu rumah sakit di Ibukota tersebut terlantar.

Ditemukan lebih dari 200 mayat dibiarkan membusuk di Rumah Sakit Abu Salim di Tripoli saat pertempuran sengit antara peberontak dan pasukan Khadafi berlangsung di kota tersebut. Mayat-mayat tersebut tergeletak di tempat tidur serta di lorong-lorong Rumah sakit tersebut.

Para dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit itu melarikan diri setelah bentrokan meletus, sehingga menyebabkan pasien di rumah sakit tersebut terlantar dan sebagian korban tewas karena tidak ada yang merawat. Meski demikian, ada anggapan dari warga sekitar yang menyebutkan bahwa pasukan Khadafi telah membunuh orang-orang di rumah sakit itu, namun anggapan ini belum memiliki dasar yang kuat.


"Semua staf lari dan korban luka parah pun dibiarkan tergeletak di rumah sakit itu hingga meninggal," ujar salah satu saksi mata yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 27/8).

Belum diketahui secara detail inisial para korban tewas itu, tapi sebagian besar dari korban tersebut adalah warga sipil, orang-orang yang terlibat dalam pertempuran, serta beberapa lainnya seperti tentara bayaran berkulit hitam.

Rumah Sakit Abu Salim sempat diduduki oleh para penembak jitu dari pasukan Khadafi pada Sabtu pekan lalu, sebelum akhirnya diambil alih oleh pasukan anti Khadafi pada hari Kamis lalu melalui sebuah pertempuran sengit.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya