Berita

Bella-Risty-Gracia

Blitz

Artis Sudah Sangat Merdeka

MINGGU, 21 AGUSTUS 2011 | 02:46 WIB

RMOL.Hari kemerdekaan RI yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus, disambut hangat masyarakat Indonesia. Masing-masing mengekspresikan diri dan memaknai kemerdekaannya sendiri. Ada yang menganggap Indonesia belum ‘merdeka’ dari penegakan hukum karena tebang pilih. Masyarakat miskin merasa belum ‘merdeka’ karena masih dirongrong kesulitan ekonomi. Kepada Rakyat Merdeka, sejumlah artis mengaku sudah merdeka dalam menjalankan profesinya. Berikut komentar mereka.

Laudya Cintya Bella, Sensor Tak Seketat Dulu

Sebagai pekerja seni, Laudya Cintya Bella mengaku sudah merasakan ke­mer­dekaan dalam menjalankan pro­fesinya. Katanya, sekarang artis bebas berkreasi karena didukung banyak pihak dan lingkungan.

“Aku rasa artis sekarang sudah mer­deka. Dalam kreativitas dan ber­eks­presi sudah tidak disensor seketat se­per­ti dulu. Dalam hal kreativitas juga su­dah lebih terbuka. Apalagi ditun­jang dengan sarana yang mendu­kung,” kata Bella.

Pacar Chico Jericho ini menilai, ke­bebasan berekspresi yang diperoleh pekerja seni saat ini tak lain buah per­juangan dari artis generasi terdahulu. Me­reka berpikir dan berusaha keras bagaimana yuniornya bisa lebih baik dalam kariernya di dunia entertainment.

“Artis dulu sepertinya sulit untuk meng­ritik atau berkreasi. Jangankan mengritik, berbeda pendapat saja dila­rang. Kalau sekarang, saking merdeka­nya ngo­mong apa saja boleh,” tuturnya.

Sebab itu, pemain film Bukan Bin­tang Biasa ini mengingatkan, dalam kemerdekaan ada tanggung jawab yang harus dijaga agar tidak melanggar hak orang lain.

“Artis harus mawas diri. Biar nggak kebablasan, harus ada tanggung jawab sosialnya. Kalau soal tanggung jawab, nggak usah ngomong artis atau awam. Semua punya porsi yang sama. Kita kan sama-sama hidup, yang membe­dakan cuma aktivitasnya saja. Saya pekerja seni. Soal tanggung jawab sa­ma,” urai­nya panjang lebar.

Bella berharap, kemerdekaan bisa dirasakan oleh semua pihak. Sa­lah satu ciri masyarakat merdeka, kata gadis asal Bandung ini, adalah mudahnya ak­ses mendapatkan pendidikan.

“Kemerdekaan itu sebaiknya ditandai dengan akses ke pendidikan yang murah dan berkualitas. Aku harap pemerintah bisa menyediakan hal tersebut. Jadi kalau mau kuliah tidak perlu ke luar negeri. Di Indonesia saja,” pungkasnya.

Risty Tagor, Harus Bangga Sama Produk Dalam Negeri

Risty Tagor berterima kasih kepada media massa. Karena juru tinta, artis mendapat kemer­dekaannya. Meski terkadang me­dia merugikan artis dalam hal pemberitaan negatif, tapi me­dia tetap berjasa besar dalam per­kembangan karir seorang artis.

“Ada juga sisi negatifnya dari kemerdekaan peliputan pers. Namun itu karena perilaku dan tabiat artisnya, jadinya kredibi­litas kerjaan artis terbawa. Ka­lau ada satu artis jelek, kesannya se­mua artis itu sama. Padahal be­lum tentu seperti itu,” terang Risty

Ibu  dari Arsen Raffa Bal­weel itu berharap, ada tang­gung ja­wab artis dalam mengisi kemer­dekaan. Salah satunya, meng­gunakan berbagai produk buat­an bangsa sendiri. Tidak cuma barang, tapi juga etika berpe­rilaku.

“Dalam beraktivitas usahakan gunakan pemakaian bahasa In­donesia yang baik dan benar, jangan melulu gunakan bahasa lain. Meski bahasa lain penting sebagai bahasa internasional, tapi saatnya kembangkan sifat keren bangga berbahasa Indo­nesia,” saran pemeran film Pocong 2 itu.

“Intinya sadar dan bangga jadi bangsa Indonesia. Dari budaya, kuliner, pokoknya semuanya deh. Itu menimbul­kan rasa na­sionalisme dari priba­di-pribadi kita,”  tambah Risty.

Dalam kacamatanya, ke­mer­de­kaan berbicara tentang kebe­basan dan perwujudan kehi­du­pan yang demokratis. Nah, saat ini dia nilai warga negara In­donesia sudah mendapatkan ke­merdekaan yang hakiki. Sa­yang, hal ini belum disadari se­bagian masyarakat. Dan parah­nya lagi, kemerdekaan dalam berbagai bidang disalahguna­kan beberapa orang.

“Sudah merdeka, tapi bela­kangan jauh dari kejujuran. Kita malah dijajah sama bangsa sen­diri. Aku ngerasaain dijajah oleh orang-orang yang berusa­ha me­mimpin Indonesia tetapi kepen­tingannya bukan buat bangsa, melainkan kepentingan sen­di­ri,” jelas Risty.

Gracia Indri, Merdeka Karena Media Massa

Sebagai artis, Gracia Indri sudah merasa merdeka. Dia merasa sudah berkecukupan, tidak hanya untuk menyalur­kan bakat seni dan akting, tapi juga urusan pendapatan hasil jerih payah ngartis.

 â€œTidak tahu ya, mungkin yang lain punya pendapat beda. Kalau aku sih sejauh ini sudah bebas beraktivitas da­lam kehidupan sehari-hari. Aku su­dah merdeka, tidak terkekang apapun yang menggangguku,” ujar Gracia.  

Pemeran Vina dalam sinetron Dia Anakku ini merasakan betul peranan pers dalam kariernya. Katanya, media massa membantu artis lebih merdeka. Dalam artian, pers berjasa memper­ke­nalkan artis kepada khalayak dan in­dustri hiburan tanah air serta mancanegara. “Terbantulah dengan teman-teman war­tawan. Terima ka­sih ya,” tukas ka­kak pesinetron re­maja, Gisela Cindy ini.

Merasa terpanggil untuk ikut me­ngisi hari Kemerdekaan RI, Gracia baru saja mengikuti berbagai kegiat­an-kegiatan sosial yang berhubu­ngan dengan orang banyak.

“Kemarin, (17 Agustus), aku ikut upacara bendera juga dong di Ta­ngerang Selatan. Itu banyak manfa­atnya buat diri aku. Hal seperti itu bisa bikin optimal diri buat ber­karya dan menghibur banyak orang aja menuju kemerdekaan m­asing-ma­sing. Pokoknya ambil positif aja dari kemerdekaan ini,“ selorohnya.

Gracia memaknai kemerdekaan lebih luas dan kompleks. Bukan ha­nya merdeka karena lepas dari cengkeraman penjajah Belanda selama 350 tahun.

“Merdeka dari penjajah tapi belum merdeka dari kemiskinan dan ko­rupsi. Mudah-mudahan negara kita tidak miskin dan korupsi lagi, jadi kemer­dekaan di masa depan lebih indah lagi,” harap Gracia. [rm]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya