ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Sejak tahun 2008 hingga 8 Agustus 2011, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) telah mencairkan dana pinjaman atau pembiayaan sebesar Rp 1.24 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada sebanyak 730 mitra LPDB-KUMKM yang terdiri dari 632 koperasi primer, 33 koperasi sekunder, 47 Perusahaan Modal Ventura (PMV), 15 Bank, dan 3 UKM strategis, serta 159.367 UMKM.
Sebagaimana disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 9/8), dari total 730 mitra LPDB-KUMKM dan 159.367 UMKM tersebut, terdapat tiga wilayah terbesar yang menyerap dana bergulir LPDB. Tiga di antaranya yakni provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kemudian, menyusul tiga provinsi lainnya yaitu Sulawesi Selatan, DKI Jakarta dan Bali. Proporsi wilayah serapan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan dari segi ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan dari suatu wilayah penerima dana.
Terkait jumlah penyaluran dan penyerapan dana bergulir, terpantau telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Secara spesifik, pada tahun 2008, tercatat sebanyak 2.721 mitra LPDB-KUMKM telah menerima dana bergulir yakni sebesar Rp 35,12 miliar. Kemudian pada tahun 2009, penyaluran dana bergulir meningkat menjadi Rp 210,42 miliar dan diserap oleh 89.142 mitra LPDB yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41