Berita

Dunia

Obama Imbau Rakyatnya Bersatu Atasi Krisis Ekonomi AS

MINGGU, 07 AGUSTUS 2011 | 13:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Setelah lembaga pemeringkat utang Standard and Poor's menurunkan rating Amerika Serikat dari posisi paling atas AAA menjadi AA+, kini pihak Gedung Putih mengimbau agar pemerintah dan rakyat Amerika Serikat bisa berbuat lebih untuk mengatasi persoalan tekanan ekonomi ini.

Pihak Gedung Putih mengimbau kepada para pejabat pemirintah dan rakyat Amerika Serikat untuk mempertegas kemauan dan komitmen bangsa untuk mengatasi tantangan fiskal tersebut secara bersama-sama.

Sebagaimana dilansir BBC (Minggu, 7/8), Presiden Barack Obama juga berencana membentuk komite fiskal bipartisan. Obama juga akan meminta komitmen anggota kongres untuk secara bersama-sama memulihkan perekonomian Amerika Serikat meski ada perbedaan pandangan politik dan ideologi antara Partai Demokrat dan Partai Republik.


Turunnya rating kredit AS ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah ekonomi AS dan dilihat mempermalukan pemerintahan Obama. Sebab, bisa jadi negara itu harus mengeluarkan dana lebih untuk keperluan utang pemerintahnya.

John Chambers, Kepala Komite Rating negara-negara S&P, mengkritik tata cara pemerintah AS mengelola ekonominya sehingga mencapai tingkat utang seperti saat ini. Dia menegaskan,cara yang dilakukan AS bukanlah tata kelola yang lazim dilakukan oleh negara dengan tingkat rating tinggi.

Sementara itu, China juga ikut mencibir penurunan rating Amerika Serikat. Menurut negara pemegang surat utang AS terbesar di dunia ini, Amerika Serikat telah mengalami sesuatu yang mereka sebut sebagai kecanduan utang.

Menurut China, jika Amerika Serikat tidak bisa mengurangi anggaran militer yang super besar serta anggaran kesejahteraan yang angkanya menggelembung maka bukan tidak mungkin penurunan rating akan kembali terjadi. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya