Berita

al assad/ist

Kecaman Dunia Internasional Bikin Presiden Suriah Melunak

MINGGU, 07 AGUSTUS 2011 | 12:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Kecaman dari dunia internasional terkait aksi kekerasan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Suriah dalam meredakan aksi demonstrasi, membikin sikap Presiden Bashar Al Assad sedikit melunak.

Sikap melunak pemerintah Suriah ini ditunjukkan dengan berjanji akan secepat mungkin menggelar pemilihan umum yang bebas dan transparan sebelum akhir tahun. Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem menegaskan bahwa pemerintah Suriah akan berkomitmen melanjutkan proses reformasi sesuai yang diarahkan oleh Presiden Al Assad.

"Suriah akan menggelar pemilu yang bebas dan transparan untuk memilih parlemen yang mencerminkan aspirasi rakyat," kata Walid Muallem, dalam sebuah pertemuan dengan para duta besar di Damaskus, seperti dikutip kantor berita Suriah, SANA (Minggu, 7/8).


Sebelumnya, Presiden Assad juga telah mengeluarkan dekrit yang mengizinkan berdirinya partai politik yang beroposisi dengan pemerintah. Namun keputusan ini tidak diindahkan oleh kelompok oposisi karena dianggap hanya sebagai pengalih perhatian para pengunjuk rasa saja.

Kecaman terhadap pemerintah Al Assad beberapa hari belakangan ini muncul dari tiga negara maju, yaitu AS, Prancis dan Jerman. Ketiga negara ini mengecam Presiden Bashar Al Assad karena telah melakukan kekerasan secara membabi buta dan tak pandang bulu terhadap para pendemo anti-pemerintah. Rencananya ketiga negara ini juga akan memberikan sanksi khusus terhadap pemerintah Suriah.

Sementara itu, pihak PBB juga telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Al Assad. Inti pembicaraan tersebut adalah mempertanyakan sikap Presiden Al Assad yang tidak mengindahklan instruksi PBB untuk menghentikan kampanye militernya terhadap pihak oposisi. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya