Berita

netanyahu/ist

Dunia

Hidup Susah, 300 Ribu Warga Israel Protes Pemerintah Netanyahu

MINGGU, 07 AGUSTUS 2011 | 10:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Lebih dari 300 ribu orang melakukan aksi demonstrasi di jalan-jalan kota besar di Israel pada Sabtu tengah malam waktu setempat (6/8).

Lebih dari 250 ribu orang memadati jalanan di ibukota, Tel Aviv. Sedangkan 30 ribu orang lainnya tersebar di jalanan Yerusalem. Para pengunjuk rasa ini menuntut keadilan sosial yang merupakan tuntutan dari seluruh generasi.

Menurut para demonstran, pemerintah Israel seharusnya mengurangi biaya perumahan dan juga menurunkan harga kebutuhan pokok untuk menciptakan keadilan sosial di Israel dan juga untuk kesejahteraan generasi yang akan datang. Para demonstran yang terdiri dari kalangan kelas menengah ke bawah ini mengatakan bahwa gaji yang selama ini mereka peroleh dari bekerja tidak cukup untuk menutupi biaya kebutuhan dasar rumah tangga, termasuk didalamnya perumahan dan biaya perawatan anak.


Para demonstran mengaku terinspirasi oleh pemberontakan sosial di Timur Tengah. Namun mereka menegaskan bahwa ini bukan pemberontakan untuk mencari perubahan politik tetapi hanya sekedar menuntut pemerintah agar segera mengambil tindakan tegas atas melonjaknya biaya hidup.

Tapi masyarakat mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut tidak dapat menyentuh golongan kelas menengah. Bahkan publik merasa bahwa pemerintah telah melakukan korupsi sehingga terjadi ketidakadilan dan ketimpangan sosial

"Sulit untuk hidup di negara ini," kata seorang mahasiswa berusia 26 tahun, Ehud Rotem, yang bergabung dengan para demonstran di Yerusalem sebagaimana dilansir Haaretz (Minggu, 7/8).

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk menilai kembali prioritas kerja para menterinya dan berencana membuat perumahan dengan harga yang lebih terjangkau. Melalui seorang pembantunya, Netanyahu mengatakan telah memerintahkan beberapa tim menteri untuk segera memberikan rencana kerja terkait tuntutan rakyat ini pada bulan September. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya