Berita

Publika

Tindak Tegas Segala Bentuk Separatisme!

JUMAT, 05 AGUSTUS 2011 | 10:54 WIB

NEGARA tidak akan memberi toleransi terhadap gerakan separatis. Tindakan tegas perlu diambil apabila persoalan di Papua menyangkut masalah separatism yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu harus menjadi prinsip utama dalam mengatasi berbagai insiden kekerasan yang muncul di Papua.
 
Kalimat tegas itulah yang sering ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia dari pihak pemerintah. Memang, belakangan banyak kejadian penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap warga sipil di tanah Papua. Bahkan, aparat pun yang berkewajiban mengamankan, termasuk tentara, ikut menjadi korban kekerasan. Seperti peristiwa yang terakhir, yaitu penembakan di wilayah Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.
 
Kelompok bersenjata (oleh sebagian besar pengamat kuat ditengarai sebagai Organisasi Papua Merdeka) itu menembaki helikopter yang tengah mengevakuasi prajurit Tentara Nasional Indonsesia yang terluka akibat penyerangan kelompok tersebut. Bahkan, prajurit yang dievakuasi,  Prajurit Satu Fana Suhandi, tertembak lagi dan akhirnya meninggal.
 

 
Belum lagi, terdapat wacana referendum yang dihembuskan oleh International Lawyers for West Papua (ILWP) di Oxford, Inggris, pada Selasa tanggal 2 Agustus 20011 lalu, membuat situasi Papua semakin membikin gerah rakyat Indonesia.
 
Sekali lagi, kita tidak akan pernah mentolerir terhadap separatisme. Kini, pihak Kementrian Pertahanan Republik Indonesia telah berkoordinasi dengan daerah dan aparat terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Demikian, dinyatakan oleh  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro seusai menjenguk tiga prajurit TNI di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, yang ditembak saat berpatroli di Papua. Mereka adalah Sertu Kamaruzaman, Pratu Kadek Widana, dan Pratu Herber. Ikut menjenguk Kepala Staf TNI Angkatan Darat  Jenderal Pramono Edhie Wibowo serta Wakil Ketua Komisi I DPR Tb Hasanuddin dan anggota DPR, Hayono Isman.
 
Sebenarnya, bangsa Indonesia menganggap masalah Papua sudah selesai. Masalahnya yang ada sekarang adalah hanya bagaimana membuat mereka sejahtera. Oleh karena itu, di Papua tidak diadakan operasi militer terhadap orang-orang bersenjata yang diduga kuat sebagai anggota OPM tadi. Tindakan tegas itu artinya melakukan segala upaya untuk bisa menangkap anggota OPM yang menjadi pelaku kejahatan.
 
Oleh karena itu, pemerintah dan semua pihak agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadi penyerangan lanjutan. Kendati situasi kini sudah berangsur kondusif, tetapi bukan berarti tidak diwaspadai ada tindakan lanjutan. Maka, kalau ada kejahatan seperti itu, tindakannya adalah tindakan hukum.


 
R. Wisanggeni
Jl. Satrio Wibowo 54A
Surakarta
 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya