Berita

Ahmadinejad: Zionis Israel dan Barat Dalang Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

MINGGU, 24 JULI 2011 | 15:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Isu terbunuhnya seorang ilmuwan nuklir di Iran membuat pemerintah Iran turun tangan untuk mengklarifikasi berita tersebut. Pemerintah Iran membantah jika pria yang terbunuh di Teheran kemarin (Sabtu, 24/7) adalah seorang ilmuwan nuklir.

Pemerintah Iran mengklarifikasi bahwa pria yang tewas ditembak oleh dua pria yang mengenderai sepeda motor tersebut bernama Dariush Rezainejad. Meski Rezainejad bekerja untuk Kementerian Pertahanan Iran, akan tetapi dia bukanlah ilmuwan nuklir pemerintah Iran. Rezainejed merupakan mahasiswa S2 di Universitas Khajeh, Teheran.

Penembakan terjadi dirumah Rezainejad yang letaknya tak jauh dengan Markas Intelijen Iran. Serangan tersebut ditanggapi serius oleh ketua Parlemen Iran Ali Larijani. Selain mengecam pembunuhan tersebut, Lari jani juga menuduh adanya konspirasi besar antara Zionis Israel dan Amerika Serikat yang ingin memperburuk citra Iran dimata dunia internasional dan untuk menghentikan program nuklir Iran.


Pernyataan Ali Larijani ini di amini oleh Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. Presiden yang memang tidak disukai oleh pihak Israel dan Amerika Serikat ini mengatakan isu seputar pembunuhan ini tidak akan menganggu atau menghentikan Iran untuk mengembangkan nuklirnya.

"Tidak diragukan lagi jika rezim Zionis dan pemerintah Barat terlibat dalam pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran," ujar Ahmadinejad yang menganggap Israel dan Amerika Serikat sebagai dalang terbunuhnya para ilmuwan nuklir Iran, seperti dilansir Aljazeera (Minggu, 24/7).

Selama beberapa tahun terakhir ilmuwan nuklir Iran telah mendapatkan teror dari pihak yang tidak diketahui. Teror-teror tersebut telah membunuh 3 ilmuwan nuklir. Sekedar catatan, dalam dua serangan terpisah pada tahun 2010, Majid Shahriari dan Massoud Ali Mohammadi tewas sementara Feriedoun Abbasi, kepala saat Organisasi Energi Atom Iran, terluka. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya