RMOL. Meski ketua konsil militer Mesir sudah menjanjikan akan memulai upaya membangun demokrasi sesungguhnya di negeri itu, rakyat Mesir tetap melakukan protes menuntut segera dibangunnya sebuah negara demokrasi yang akan menjamin kemerdekaan dan hak warga negara.
Para demosntran berjalan menuju kantor kementerian pertahanan di Kairo. Namun saat menjalankan aksinya, para demonstran ini dihujani dengan kerikil, batu dan botol oleh segelintir kelompok yang loyal kepada Konsil Militer.
Para demontran mengatakan, aksinya merupakan protes terhadap respon kekerasan yang ditunjukkan oleh militer saat menghadapi demonstrasi lain di Alexandria pada Jumat lalu yang menuntut dilakukannya reformasi politik. Mereka menuntut Konsil Militer untuk segera melangsungkan reformasi politik dan ekonomi.
Sebagaimana dilansir BBC (Minggu, 24/7), Panglima Militer Mesir Marsekal Tantawi untuk kali pertamanya tampil di depan publik guna meredakan aksi demonstrasi tersebut. Sebelumnya, Tantawi memuji pergerakan kaum muda yang memimpin upaya penurunan Presiden Husni Mubarak.
Untuk menjawab tuntutan para demonstran Tantawi mengatakan bahwa dirinya akan menyiapkan jalan untuk terbangunnya pilar-pilar negara demokratis yang menjamin kemerdekaan hak warga negara dengan mengadakan sebuah pemilu parlemen yang jujur, adil dan bebas. Ia juga menegaskan akan mengupayakan terbentuknya konstitusi baru serta pemilihan umum untuk memilih presiden yang sesuai dengan kehendak rakyat.
Namun Konsil Militer yang berkuasa di Mesir saat ini, menuding peserta demo secara sengaja mencoba membangun dinding pembatas antara militer dengan rakyat Mesir.
[wid]