Berita

Anders Behring Breivik/ist

Dunia

Teror di Norwegia Sudah Dipersiapkan Jauh Hari

MINGGU, 24 JULI 2011 | 13:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pria Norwegia yang diduga melakukan penembakan brutal terhadap puluhan pemuda yang sedang berkemah dan pengeboman, akhirnya mengakui semua tindakannya tersebut.

Tersangka Anders Behring Breivik, melalui seorang pengacaranya, menyadari bahwa apa yang dia lakukan tersebut sangat berbahaya dan keji. Pun demikian, Breivik tetap menganggap tindakannya tersebut memang perlu ia lakukan. Breivik juga akan menjelaskan alasan tersebut pada sidang pengadilan besok (Senin, 25/7). Pengacara tersangka tersebut mengatakan bahwa rangkaian kejahatan yang dilakukan kliennya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Dia mengaku tindakannya ini keji. Namun, menurutnya, tindakan ini perlu," kata pengacara Breivik, Geir Lippestad saat menjelaskan pada media di Norwegia, seperti dilansir dari Norway News (Minggu, 24/7).


Pria berusia 32 tahun tersebut akan dijatuhi sangkaan melakukan terorisme dan dibawa ke pengadilan untuk mendengar keputusan hakim. Tersangka diindikasikan memiliki keterkaitan dengan jaringan Kristen fundamentalis dengan pandangan politik condong ke kanan. Foto tersangka, pelaku pemboman dan penembakan yang total menewaskan 92 orang ini, sempat muncul dalam sebuah video anti muslim berjudul Knight Templar 2083. Video berdurasi 12 menit  yang berisi propaganda anti muslim tersebut dapat diunduh melalui situs Youtube.

Selain itu sebuah dokumen setebal 1.500 halaman yang ditulis dalam bahasa Inggris dan diduga dibuat oleh Breivik diposkan di internet dengan nama samaran Andrew Berwick juga muncul di internet beberapa jam sebelum serangan mengerikan ini terjadi. Hal ini semakin memberikan indikasi bahwa serangan tersebut sudah direncanakan lama sebelumnya.

Dokumen serta video tersebut berkali-kali merujuk pada peran para Ksatria Templar, isu multikulturalisme dan izin imigrasi terhadap etnis yang beragama Islam. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya