Berita

jens stoltenberg/ist

Dunia

PM Norwegia: Surga Telah Menjadi Neraka

SABTU, 23 JULI 2011 | 17:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Norwegia, negara paling layak huni di dunia, sangat terguncang. Lebih dari 80 orang diperkirakan tewas dalam dua teror maut yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam kemarin. Pelakunya, seorang ekstrimis kanan.

PM Norwegia Jens Stoltenberg mengatakan, negara yang dianggap surga oleh dunia kini sudah diubah menjadi neraka oleh teroris.

"Yang lebih menyakitkan adalah bahwa tempat di mana saya telah mengalami sukacita, komitmen dan keamanan, telah dirusak oleh kekerasan brutal. Surga telah berubah menjadi neraka," ujar Stoltenberg, dikutip dari Reuters, hari ini (Sabtu, 23/7).


Sebelumnya Stoltenberg selamat dari ledakan bom yang menewaskan lebih dari tujuh orang di Oslo. Dalam konfrensi pers di Oslo dia mengatakan tragedi itu adalah mimpi buruk untuk Norwegia.

"Sejak perang dunia kedua, negara kita tidak pernah mengalami kejahatan dengan skala besar seperti ini," tambahnya.

Perdana Menteri mengatakan, dia tidak ingin berspekulasi tentang motif dari serangan. Tetapi dia mengakui bahwa pemerintah mencermati perkembangan kelompok sayap kanan di negaranya.

"Ada beberapa kelompok semacam itu di Norwegia, tapi sekali lagi saya tidak akan berspekulasi. Kami akan menunggu penyelidikan dari polisi," tegasnya.

Sebagaimana dilansir New York Times (Sabtu, 23/7) , kepolisian Norwegia telah merilis nama tersangka pelaku penembakan yang diidentifikasi bernama Andres Behring Breivik (32), diduga sebagai seorang ekstrimis sayap kanan. Kepala Polisi Norwegia, Sveinung Sponheim, mengatakan, pria yang berambut pirang ini memiliki ciri politik ekstrimis kanan.

Sampai saat ini masih belum diketahui motivasi Breivik melakukan pembantaian. Namun, banyak spekulasi yang menyebut sasarannya adalah pemerintahan liberal Perdana Menteri Jens Stoltenberg.

"Polisi memiliki beberapa alasan bahwa ada kaitan antara ledakan di Oslo dan penembakan di Utoya" ujar Sponheim.

Breivik mempunyai bisnis di Rena, timur Norwegia. Ia diizinkan memesan sejumlah besar amonium nitrat, bahan dasar yang digunakan untuk bahan peledak. Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah bahan kimia itu digunakan untuk pengeboman di Oslo.

Dari akun Facebooknya, Breivik mengklaim beraliran politik konservatif. Breivik juga mengakui hobinya berburu, bermain video games World of Warcraft dan Modern Warfare 2, juga membaca buku The Prince karya Marchiavelli dan 1984 karya George Orwell. Di akun twitternya yang dimiliki atas nama Breivik, pria ini berkicau "One person with a belief is equal to the force of 100,000 who have only interests".[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya