Berita

ilustrasi

Dunia

Ekstrimis Kanan, Ancaman Baru Barat?

SABTU, 23 JULI 2011 | 15:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Serangan bom dan penembakan brutal yang terjadi di Norwegia diduga merupakan ulah dari seorang militan ekstrim kanan. Apakah Barat sedang diancam oleh kekuatan teror baru paska tragedi 11 September di negeri Paman Sam?

Pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi melepaskan tembakan beruntun ke sebuah kamp pemuda Partai Buruh yang berkuasa di Norwegia, di Pulau Utoya. Tindakan itu menewaskan sekitar 80 orang di Pulau Utoya. Beberapa jam sebelumnya, dia disangka terlibat dalam pengeboman di pusat pemerintahan Norwegia, yang terakhir dikabarkan menewaskan tujuh orang.

Belakangan ini kelompok sayap kanan Norwegia bertumbuh pesat dengan propaganda anti-semit dan sikap xenophobia (alergi terhadap segala sesuatu yang asing) yang penyebarannya lewat jejaring sosial. Kelompok ekstrim kanan di Norwegia memiliki koneksi dengan ekstrimis kanan di Swedia dan beberapa negara Eropa lainnya.


Tragedi ini menjadi salah satu tragedi terburuk di Eropa setelah pengeboman di London pada 2005 silam oleh jaringan teroris Al Qaeda yang menewaskan 52 orang.

Seperti dilansir Reuters (Sabtu, 23/7), serangan yang terjadi di Norwegia ini mirip dengan apa yang terjadi di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) pada 1995. Di Oklahoma, seorang militan sayap kanan, Timothy McVeigh, meledakkan bom di truk yang berada di kantor pemerintah Oklahoma dan menewaskan 168 warga.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya