Berita

Demo Kecam China/ist

Polisi Vietnam Tangkapi Demonstran Anti China

MINGGU, 17 JULI 2011 | 19:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Sengketa lama status wilayah kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan yang kembali meletus membuat geram warga Vietnam.

Kegeraman rakyat Vietnam ini ditunjukan dengan aksi demonstrasi di Ho Chi Minh City dan di Ibukota Vietnam, Hanoi. Para demonstran ini menentang tindakan China yang mengklaim bahwa wilayah kepulauan Spratly dan Paracel, sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan bahwa China melanggar kedaulatan Vietnam,

Pihak kepolisian Vietnam membubarkan aksi demonstrasi anti China tersebut dan menahan 50 demonstran. Padahal aksi demonstrasi bukanlah hal yang biasa terjadi di Vietnam. Meski mulanya, aksi demo dibiarkan aparat Vietnam, namun kemudian aksi dibubarkan mengingat Vietnam telah sepakat untuk menuntaskan sengketa kepulauan ini melalui perundingan damai.


Namun demikian, aksi pembubaran dan penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian Vietnam  mendapat kritikan dari lembaga penggiat HAM Right Watch.

"Aksi protes ini mestinya tidak diikuti penahanan dan aparat juga mestinya membebaskan mereka tanpa syarat," kata Wakil Direktur lembaga pegiat HAM itu untuk kawasan Asia, Phil Robertson, seperti dilansir AFP (Minggu 17/7)

Sengketa kedua negara tersebut di kepulauan Spratly dan Paracel kembali tegang setelah bulan Mei lalu. Vietnam menuduh kapal patroli China telah memotong kabel eksplorasi milik sebuah kapal survei minyak milik Vietnam. Sedangkan tuduhan lain adalah bahwa negara tetangga tersebut kerap menganggu kapal-kapal pencari ikan Vietnam yang berada di sekitar perairan tersebut. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya