Berita

Dunia

Mandeg Lagi, Pembicaraan Kongres-Obama Soal Anggaran

MINGGU, 17 JULI 2011 | 17:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Guna membahas masalah krisis utang luar negeri dan mencari solusi untuk penanganan terserbut, Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan pertemuan tertutup dengan para pemimpin kongres. Pemerintah Amerika Serikat diharuskan membayar utang tersebut sebelum tanggal 2 Agustus mendatang.

Namun, sejauh ini pembicaraan mengenai masalah penyelesaian utang luar negeri tersebut mengalami beberapa hambatan karena belum tercapainya kata sepakat antar partai politik. Padahal Presiden Obama memperingatkan waktu bagi AS untuk menyelesaikan masalah tersebut sudah hampir habis.

Partai Republik sejauh ini menolak usulan Obama untuk meningkatkan pajak bagi warga kaya Amerika untuk menambah anggaran. Para politisi Republik berargumen bahwa rencana Obama ini hanya akan mematikan investasi dan pertumbuhan lapangan kerja. Selain itu, Partai Republik, yang menguasai jumlah kursi di DPR, menegaskan tidak akan meningkatkan batas defisit anggaran kecuali Partai Demokrat menyetujui pemotongan anggaran secara besar-besaran.


Obama mengatakan sedang mempertimbangkan rencana pemotongan anggaran. Disisi lain, dia juga meminta kepada Partai Republik untuk mempertimbangkan usulannya mengenai peningkatan pajak karena defisit ekonomi juga tak akan terselesaikan tanpa kenaikan pajak bagi warga kaya Amerika.

Sementara itu, Presiden Obama mengimbau agar rakyat Amerika Serikat ikut berperan aktif dalam mengatasi krisis ekonomi ini.

"Kita semua harus bersama-sama menghadapi masalah ini. Faktanya, kita tak bisa mengatasi defisit ekonomi tanpa adanya pemotongan anggaran. Selain itu, defisit tak bisa diselesaikan tanpa menutup celah-celah yang memberi perusahaan-perusahaan besar keuntungan besar yang tak diperoleh rakyat kebanyakan," ujar Obama dalam pidato mingguannya seperti dikutip dari AP (Minggu, 17/7). [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya