Berita

protes anti pemerintah suriah/ist

Dunia

Aktivis Anti Pemerintah Suriah Buat Kongres di Istanbul

MINGGU, 17 JULI 2011 | 12:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Upaya rakyat Suriah untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang otoriter terus bergejolak. Kali ini, para aktivis anti pemerintah Suriah yang mengasingkan diri di Turki turut mendesak warga yang masih berada di Suriah untuk melakukan kampanye besar memaksa Presiden Bashar al-Assad turun dari kekuasaannya.

Para aktivis yang tinggal di pengasingan ini membuat sebuah pertemuan yang mereka sebut sebagai Kongres Keselamatan Nasional di Istanbul Turki pada hari Sabtu (16/7). Kongres yang di hadiri 4 ribu anggota oposisi dari Islam konservatif dan liberal ini bertujuan untuk mengakhiri 41 tahun pemerintahan keluarga Assad di Suriah.

"Kami akan membangun Dewan kami di Istanbul dengan beberapa cabang untuk membantu gerakan rakyat di Suriah dengan (mengumpulkan) uang. Dan dengan bertemu orang-orang yang bertanggung jawab di Turki untuk memberikan tekanan kepada rezim agar berhenti menyerang orang-orang yang berdemonstrasi," ujar Haytham Al Maleh, seorang pemimpin oposisi senior yang hadir pada kongres tersebut, seperti dikutip dari Aljazeera.com, Minggu (17/7).


Namun, kongres yang juga bertujuan untuk mempersatukan kubu oposisi berakhir dengan perpecahan setelah para aktivis etnis Kurdi menarik diri. Para aktivis etnis Kurdi ini menuding para peserta lain dalam konferensi tersebut meminggirkan mereka dan mengesampingkan masalah Kurdi dalam kongres. Padahal, Warga Kurdi Suriah sudah lama mengeluhkan perlakuan yang mereka pandang diskriminasi bertahun-tahun terhadap warga komunitas mereka.

Kongres ini semula juga berniat membentuk pemerintah bayangan, namun gagasan tersebut diurungkan di tengah kekhawatiran bahwa lembaga semacam itu akan memonopoli gerakan penentangan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya