Berita

yunarto wijaya/ist

SUARA PD TURUN

Direktur Eksekutif Charta Politika Pertanyakan Hasil Survei Denny JA

SENIN, 13 JUNI 2011 | 15:34 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia terbaru yang menempatkan Golkar sebagai partai peraih suara tertinggi melampaui raihan Partai Demokrat, dinilai tak obyektif memotret realita perpolitikan nasional. Suara Demokrat turun sebanyak lima persen karena imbas kasus yang melilit mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, harus diakui memang terjadi penurunan tingkat elektabilitas Partai Demokrat pasca merebaknya isu korupsi yang diduga melibatkan sejumlah petinggi partai berlambang bintang mercy tersebut.

Dia mengutip survei dari Lembaga Survei Indonesia periode Januari 2010 yang menunjukkan penurunan elektabilitas 5 persen dari raihan suara Partai Demokrat pada pemilu 2009 lalu sebesar 20,5 persen.


"Dari sisi penurunan elektabilitas, kita sepakat temuan Lingkaran Survei Indonesia yang juga mendapatkan hasil yang sama. Yang menjadi masalah adalah migrasi 5 persen suara Demokrat itu ke Partai Golkar dengan alasan isu korupsi yang sensitif terhadap segmen pemilih di perkotaan," kata Yunarto di Jakarta, Senin (13/6).

Yunarto memaparkan segmen pemilh Golkar adalah di pedesaan bukan masyarakat perkotaan, yang artinya kecil kemungkinan pemilih Demokrat di perkotaan bermigrasi ke Golkar.

"Andaikata memang migrasi pemilih perkotaan terjadi, seharusnya Partai Keadilan Sejahtera yang mendapatkan suara pemilih Demokrat itu, sebab mereka memang kuat di perkotaan," kata Yunarto.

Kedua, apabila disebutkan alasan imej Partai Demokrat menurun akibat sentimen isu korupsi, Yunarto mengatakan agak tak masuk akal apabila suara beralih ke Golkar yang notabene juga sama-sama memiliki imej buruk terkait korupsi.

Hingga saat ini, kata Yunarto, Golkar masih belum mampu lepas dari imej buruk dugaan manipulasi pajak perusahaan-perusahaan milik Aburizal Bakrie dan kasus lumpur Lapindo.

"Kalau dikatakan alasan migrasi karena Demokrat dan Golkar adalah sama-sama partai tengah dengan slogan nasionalisme religius, itu tak ada hubungannya dengan sentimen korupsi suap Sesmenpora," kata Yunarto.

Fakta lainnya yang menjadi tanda tanya besar tentang hasil survei Lingkaran Survei Indonesia terbaru tersebut adalah adalah hasil survei  periode September-Oktober 2010, yang menemukan tingkat elektabilitas Golkar berada pada level yang sama yakni 17 persen.

"Ini artinya sama sekali tak ada limpahan suara dari Demokrat. Yang saya hendak nyatakan adalah saya yakin elektabilitas Demokrat menurun, tapi tak ada yang bermigrasi ke Golkar," kata Yunarto. [zul]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya