Berita

Dewi Per­ssik

Blitz

Dr Boyke Kritik Keperawanan Depe

KAMIS, 09 JUNI 2011 | 08:12 WIB

RMOL. Operasi selaput dara (va­ginoplasty) yang Dewi Per­ssik (Depe) mendapat reaksi beragam dari publik. Salah satu komentar datang dari dokter spesialis kandu­ngan sekaligus pakar seks, Boyke Dian Nugraha. Tan­pa basa-basi, Boyke bilang usaha yang dilakukan Depe untuk mengembalikan kepera­wa­nan lewat operasi itu cuma buang-buang duit.

“Kalaupun mau disam­bungin lagi selaput daranya agar berdarah buat apa? Toh kan semua orang juga sudah tahu kalau dia sudah pernah me­nikah. Hanya buang-bu­ang uang saja,” kritik Boyke saat diitemui di Jakarta, Selasa malam (7/6).

Boyke yang pernah main film Dropp Out ini menje­las­­kan, operasi selaput dara bia­sanya dilakukan untuk wa­nita yang sudah punya anak atau perempuan yang pernah mengalami kecela­kaan atau diperkosa.


“Kalau vaginoplasty, ini kan operasi untuk orang yang sudah punya anak. Atau saya pikir yang memerlukan ada­lah orang yang pernah punya masa lalu kelam se­perti free sex atau selaput dara­nya ro­bek karena kecela­kaan atau diperkosa sehingga dia perlu untuk melakukan operasi se­laput dara,” ujarnya.

“Nah, di kriteria ini kan nggak ada yang masuk untuk Dewi Perssik. Komen­tar sa­ya, sayang buang-bu­ang uang. Dan, kenapa jauh-jauh mela­kukannya di luar? Di Indo­nesia pun banyak ya,” lanjut Boyke. 

Namun, jika tujuan Depe hanya untuk mencari sensasi virginitas, Boyke punya penda­pat lain.

“Sebenarnya sensasi vir­ginitas itu mau berdarah atau­pun tidak sama saja. Ter­ke­cuali kalau dia belum meni­kah dan suaminya ma­sih bu­jangan dan menghen­daki is­trinya masih perawan. Ke­nikmatan sebenarnya sama saja, nggak ada be­da­nya. Pe­ra­wan atau nggak pera­wan, yang terpenting kan keter­libatan emosi dan rasa cinta,” cetus Boyke.   [rm]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya