Berita

sby/ist

Propaganda Partai Demokrat Kerdilkan Peran SBY

SABTU, 04 JUNI 2011 | 15:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rumor politik yang dimainkan politisi Partai Demokrat mengenai urusan internal partai itu membuat kesal banyak pihak.

Pasalnya, persoalan internal Demokrat telah menyedot perhatian publik. Tidak tanggung-tanggung, publik seakan-akan digiring untuk terlibat aktif membela dan menyelesaikan persoalan tersebut. Modus yang digunakan adalah memposisikan Partai Demokrat dan para petingginya sebagai pihak yang dizalimi.

​"Padahal, fakta yang ada jelas-jelas telah menunjukkan bahwa Partai Demokrat bukanlah partai yang bersih-bersih amat. Dugaan suap, dugaan pemalsuan dokumen, dugaan gratifikasi, dan penghembusan isu Mr. A yang tak berdasar adalah bukti nyata yang bisa dikemukakan," ujar pengamat politik dari FISIP Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta, Saleh P. Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online Sabtu siang (4/6).


"Mungkin banyak orang tidak sadar terhadap gejala ini," tambahnya.

Saleh menambahkan, propaganda seperti ini seharusnya tidak perlu dimainkan. Selain tidak efektif, propaganda ini juga dapat mengecilkan posisi SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Orang yang cerdas mengamati persoalan ini akan menilai SBY gagal membina kader-kader partainya. Malah cenderung berkelit dengan cara menyalahkan orang-orang yang berasal dari luar partai.

"Kalau ini dilanjutkan, bukan SBY dan Partai Demokrat yang terzalimi. Malah sebaliknya, rakyat yang jadi korban dan terlupakan. Energi pemerintah dan partai pemenang Pemilu ini habis tersedot untuk memperbaiki citra partai yang belakangan ini semakin buruk. Akibatnya, janji-janji yang diucapkan pada Pemilu lalu, hanyut tenggelam bak ditelan bumi," demikian Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya