Berita

ANDI NURPATI/ist

Kapolri akan Dicecar di DPR, Kenapa Dahulukan SBY dibanding Andi Nurpati

JUMAT, 03 JUNI 2011 | 11:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, kembali mengingatkan, bahwa Polri tidak boleh bekerja berdasarkan arahan Istana.

"Kita menyesalkan jika Polri dibelok-belokkan dan dibawa ke arah yang salah. Polri itu polisi rakyat, polisi negara, bukan polisi Istana atau polisi partai yang saat ini berkuasa," kata Bamsoet, demikian ia akrab disapa saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 3/6).

"Polri tidak boleh bergerak atas perintah penguasa atau bergerak karena hendak mencari muka ke Istana. Polri harus bergerak atas nama keadilan dan penegakan hukum," sambung Bamsoet lagi.


"Komisi III pekan depan akan mempertanyakan hal ini kepada Kapolri saat rapat kerja," tandasnya.

Bamsoet mengatakan hal tersebut  menanggapi Polri yang terkesan tebang pilih dalam menangani sebuah kasus. Dalam hal ini kasus dugaan pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi yang melibatkan mantan anggota KPU, yang saat ini menjabat Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati. Kasus yang dilaporkan Mahfud MD setahu lalu itu sampai sekarang belum jelas bagaimana penyelesaiannya.

Sedangkan kasus SMS gelap yang bernada fitnah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Polri langsung bergerak, bahkan sudah memeriksa saksi, politisi Golkar Indra J Pilliang, sebagai orang pertama menerima SMS tersebut. Kesigapan Polri ini dipertanyakan, karena kasus SMS fitnah itu adalah delik aduan. Polri baru bergerak setalah ada yang melaporkan. Dan sejauh ini, tak seorang pun, termasuk SBY, melaporkan SMS fitnah itu ke Polri. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya