sby/ist
sby/ist
RMOL. Kepolisian Republik Indonesia telah bertindak salah kaprah dalam menangani kasus SMS gelap yang memfitnah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah elit Partai Demokrat. SMS itu mencatut nama mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
Hal itu dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 2/6).
"Seharusnya Polri lebih dulu mengklarifikasi kepada Nazaruddin, apakah yang bersangkut mengirimkan SMS tersebut atau tidak. Kasus SMS adalah kasus delik aduan. Jika tidak ada pihak yang merasa dirugikan yang melapor ke Polisi, seharusnya polisi tidak bisa memprosesnya," ujarnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 05:45
Rabu, 29 April 2026 | 05:26
Rabu, 29 April 2026 | 04:59
Rabu, 29 April 2026 | 04:48
Rabu, 29 April 2026 | 04:25
Rabu, 29 April 2026 | 03:59
Rabu, 29 April 2026 | 03:45
Rabu, 29 April 2026 | 03:28
Rabu, 29 April 2026 | 02:59
Rabu, 29 April 2026 | 02:42