Berita

andi nurpati/ist

Sigap Tangani SMS Fitnah SBY, Polri Ewuh Pakewuh Sentuh Andi Nurpati

KAMIS, 02 JUNI 2011 | 07:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kepolisian Republik Indonesia dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Karena Polri terkesan tebang pilih dalam menangani sebuah kasus.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane memberikan dua contoh. Pertama, kasus dugaan pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi pada Pemilihan Umum 2009 lalu yang melibatkan mantan anggota KPU, yang kini Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati. Kasus ini dilaporkan Mahfud MD sudah lebih dari setahun.

Kedua kasus SMS gelap yang memojokkan SBY, yang mencatut nama Muhammad Nazaruddin.


"Dari penanganan dua kasus tersebut tersebut menunjukkan bahwa Polri tidak profesional dan menjerumuskan diri sebagai alat kekuasaan," kata Neta Satti Pane kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/6).

Neta mengatakan itu karena Polri lamban memproses aduan Mahfud MD. Padahal kasus ini menyangkut dugaan pemalsuan terhadap dokumen lembaga negara, dalam hal ini dokumen MK.

"Tapi karena yang terlapor (Andi Nurpati) adalah orang yang sangat dekat dengan lingkaran kekuasaan, Polri menjadi ewuh pakewuh memprosesnya," ujarnya.

Sebaliknya, kasus SMS yang disebut-sebut dari Nazaruddin yang bernada memojokkan SBY, Polri responsif memprosesnya setelah SBY "berteriak" menanggapi SMS tersebut. Padahal kasus SMS ini adalah delik aduan, yang harus diadukan pihak yang dirugikan terlebih dahulu kepada Polisi. Tapi faktanya, tanpa ada yang mengadukan, termasuk SBY juga tidak melakukan itu, Polri langsung bergerak cepat. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya